Konten dari Pengguna

El Nino, Pemanasan Periodik yang Menjadi Penyebab Bencana Kekeringan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi salah satu penyebab bencana kekeringan adalah El Nino atau pemanasan periodik. Sumber: Unsplash.com/Mike Erskine
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salah satu penyebab bencana kekeringan adalah El Nino atau pemanasan periodik. Sumber: Unsplash.com/Mike Erskine

Salah satu penyebab bencana kekeringan adalah El Nino atau pemanasan periodik. Apakah El Nino itu? Mengapa El Nino dapat menyebabkan kekeringan? Simak penjelasan lengkapnya dalam uraian berikut, yuk!

Baca juga: La Nina adalah Fenomena tentang Iklim, Apa Maksudnya?

Apa yang dimaksud dengan El Nino?

Ilustrasi Kekeringan. Sumber: Unsplash.com/Md. Hasanuzzaman Himel

El Nino merupakan peristiwa alam yang memungkinkan untuk terjadi di bumi. Kodoatie dan Roestam (2010: 82) dalam bukunya yang berjudul Tata Ruang Air menjelaskan bahwa,

El Nino adalah fenomena alam yang sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Fenomena dari samudra dan atmosfer terjadi ketika air hangat Samudra Pasifik mengalir ke arah Barat menuju ke ujung Amerika Selatan sehingga meningkatkan temperatur lautan dan perubahan iklim yang besar.

Berdasarkan penjelasan Kodoatie dan Roestam, dapat dipahami bahwa El Nino bukan sebuah peristiwa baru yang terjadi di bumi. Pasalnya, peristiwa ini memang memungkinkan terjadi saat air hangat Samudra Pasifik mengalir ke arah Barat yang kemudian mengakibatkan peningkatan temperatur lautan dan perubahan iklim.

Alasan El Nino Menjadi Penyebab Bencana Kekeringan

Ilustrasi Peningkatan Temperatur. Sumber: Unsplash.com/Christine Sandu

Layaknya sebuah peningkatan temperatur, El Nino yang menyebabkan peningkatan temperatur lautan pun dapat membuat suhu di sekitar menjadi terasa lebih panas. Hal ini tentu memiliki pengaruh dalam menyebabkan bencana kekeringan.

Walhi (2007: 32) dalam bukunya yang berjudul Bersahabat dengan Ancaman pun menjelaskan bahwa salah satu penyebab bencana kekeringan adalah kehadiran El Nino atau pemanasan periodik di Kawasan khatulistiwa Samudra Pasifik. Kondisi pemanasan periodik inilah yang kemudian dapat menyebabkan kekeringan, kebakaran, bahkan bencana banjir di seluruh dunia, kecuali Antartika.

Contoh bencana kekeringan yang dapat timbul, yaitu:

  • Keringnya sumur,

  • Keringnya saluran air,

  • Keringnya irigasi, dan sebagainya.

Istilah kekeringan memang identik dengan kondisi berkurang dan habisnya air. Oleh sebab itu, banyak anggapan bahwa menghadapi kekeringan adalah menghadapi kondisi panas dan tandus.

Faktanya, bencana kekeringan bukan hanya perkara air. Dampak kekeringan panjang dapat memengaruhi kehidupan. Contohnya adalah ketika tanaman padi tidak memiliki pasokan air yang cukup maka ada risiko gagal panen.

Jika seluruh daerah yang mengalami kekeringan gagal panen, hal ini dapat mengganggu pasokan kebutuhan pokok. Jadi, stabilitas pangan pun dapat terganggu, harga menjadi naik, serta dapat memicu kelaparan.

Namun, kita tidak perlu terlalu khawatir tanpa pencegahan. Selagi musim hujan, kita dapat melakukan penanaman di sekitar rumah agar air tanah yang bersih tetap terjaga. Selain itu, menerapkan hidup cukup, yakni makan cukup, istirahat cukup, dan meminimalisir emisi rumah tangga pun dapat memiliki peran dalam menyelamatkan lingkungan.

Selamat berupaya menjaga lingkungan. Semoga kita terhindar dari segala bencana sehingga dapat hidup tenang dan nyaman. Aamiin. (AA)