Etika Profesi Brimob beserta Jati Diri yang Perlu Dimiliki

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Brimob merupakan salah satu bagian yang penting dalam organisasi Polri. Etika profesi Brimob perlu dipahami dan diterapkan saat menjadi anggota bagian tersebut.
Brimob sendiri atau Brigade Mobile bisa disebut sebagai Korps Brigade Mobile. Korps ini merupakan kesatuan operasi khusus Polri yang bertugas menanggulangi ancaman Kamtibmas berintensitas tinggi.
Jati Diri dan Etika Profesi Brimob
Ada beberapa jati diri beserta etika profesi Brimob yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para anggota. Berikut rinciannya:
1. Jati Diri Brimob
Bekerja keras caraku
Ridho Allah harapanku
Ikhlas dalam melaksanakan tugas
Mengabdi tugas kewajibanku
Optimis cara berpikirku
Bersyukur cara berterima kasihku
2. Etika Profesi Brimob
Disiplin yang tinggi
Jiwa korsa yang kuat
Semangat juang yang ulet
Ikatan kesatuan yang konsisten
Peka dan responsif
Tugas Profesi Brimob
Brimob merupakan satuan tertua dalam organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang lahir pada 14 November 1946.
Korps Brimob memiliki andil besar kepada bangsa dan negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman. Contohnya, seperti aksi terorisme gerakan radikal bersenjata, dan unjuk rasa yang anarkis.
Brimob berperan dalam melakukan maneuver, baik secara individu maupun berkelompok untuk menangkap pelaku kejahatan. Sebagai garden terdepan Polri dalam menghadapi kejahatan, Korps Brimob Polri dituntut untuk siap mengemban tugas dari berbagai gangguan keamanan yang saat ini sangat masif terjadi.
Sejarah Brimob
Mengutip buku Reformasi Struktural Polri Tahun 1999-2010 oleh Sarah Nuraini, dkk (2021), Brimob merupakan kesatuan elit yang bertugas mengawal keamanan dalam negeri. Sekitar tahun 1950, kebutuhan satuan khusus untuk menangani kondisi darurat semakin mendesak.
Satuan ini disebut dengan nama Mobile Brigade yang dibentuk untuk merespons berbagai tantangan keamanan yang terjadi.
Pada 25 April 1959, struktur Brimob diubah menjadi tingkat babatalyon. Kemudian pada tahun 1954-1959, pasukan Ranger dibentuk untuk mengembangkan kemampuan khusus dalam menyelesaikan tugas-tugas yang lebih berat.
Saat akhir tahun 1959, terbentuklah tiga kompi Ranger yang tidak hanya memperoleh pelathan strategi, tetapi juga mampu menangani situasi darurat di lapangan.
Adapun tanggal 14 November 1961 menjadi hari yang bersejarah bagi Brimob karena presiden Soekarno menganugerahkan Pataka “Nugraha Cakanti Yana Utama” Ini adalah bentuk penghargaan atas pengabdian mereka selama ini.
Baca juga: 8 Tugas Polisi Militer dalam TNI
Itulah etika profesi Brimob beserta jati diri yang perlu dimiliki setiap anggota. Dengan menanamkan sikap tersebut, diharapkan semangat dalam mengemban tugas dapat lebih meningkat. (DLA)
