Konten dari Pengguna

Fakta dan Sejarah Hari Pramuka Indonesia dan Dunia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fakta dan Sejarah Hari Pramuka Indonesia dan Dunia, Foto: bangka.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Fakta dan Sejarah Hari Pramuka Indonesia dan Dunia, Foto: bangka.go.id

Selamat Hari Pramuka! Hari Pramuka di Republik Indonesia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 14 Agustus. Ditetapkan pada tahun 1961, hari ini kita memperingati HUT Pramuka Indonesia yang ke-60. Meskipun sudah sering melaksanakan kegiatan Pramuka di sekolah, tetapi sudahkah kamu mengetahui Sejarah Hari Pramuka Indonesia dan Hari Pramuka Sedunia?

Fakta Serta Sejarah Hari Pramuka Indonesia dan Dunia

Fakta dan Sejarah Hari Pramuka Indonesia dan Dunia, Foto: pekanbaru.go.id

Dikutip dari buku Scouting for Boys: The Original 1908, Robert Baden-Powell, (2014:5), Gerakan Pramuka yang pertama di dunia awalnya dibentuk oleh Lord Baden Powell pada 22 Februari 1908 untuk membina para pemuda Inggris yang terlibat di dalam berbagai tindakan kriminal dan kekerasan pada tahun 1907. Powell pun berhasil membina mereka dan menuangkan sejarah tersebut ke dalam buku yang berjudul Scouting for Boy.

Sesuai fakta, buku Powell itu sukses menginspirasi banyak orang di seluruh belahan dunia untuk turut mendirikan Gerakan Pramuka. Pada tahun 1918 Powell pun mendirikan organisasi yang beranggotakan remaja, yang bernama Rover Scout.

Berkat antusiasme yang besar pada buku dan gerakan kepramukaan bentukannya, akhirnya pada 30 Juli 1920, diadakan jambore dunia untuk pertama kalinya. Jambore yang berlangsung sampai 8 Agustus 1920 itu dihadiri oleh 8.000 anggota pramuka dari 34 negara. Pada jambore itulah Powell dinobatkan sebagai Bapak Pramuka Dunia. Tanggal ulang tahunnya pada 22 Februari pun diresmikan sebagai Hari Pramuka Sedunia.

Nah, pada tahun 1916, Indonesia juga mengadaptasi gerakan kepanduan Powell yang dinamai Nederland Indische Padvinders Vereeniging alias NIPV yang berarti “Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda.”

Gerakan kepanduan ini pun diadaptasi oleh masyarakat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, hingga terbentuk:

  1. Pandu Pemuda Sumatera pada tahun 1930

  2. Persatuan Antar Pandu Indonesia pada tahun 1931

  3. Organisasi Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945 di Solo, Jawa Tengah

Agar lebih efektif, Presiden Soekarno berinisiatif untuk menyatukan seluruh organisasi kepanduan itu menjadi 1 organisasi besar se-Indonesia. Sri Sultan Hamengkubuwono IX menyarankan nama Pramuka yang diambil dari kata “Poromuko” yang berarti “Pasukan Terdepan dalam Perang.” Selain itu, pramuka juga merupakan singkatan dari Praja Muda Karana.

Akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1961, Hari Pramuka Indonesia pun disahkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961 dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX ditetapkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia, hingga menjabat sebagai ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) pertama. Penetapan Hari Pramuka Indonesia itu dilambangkan dengan penganugerahan Panji Gerakan pramuka oleh Presiden Soekarno.

Makna Lambang Pramuka

Sejak tanggal 20 Mei 1961, logo tunas kelapa karya Soenardjo Atmodipurwo disahkan sebagai lambang Pramuka. Gerakan Pramuka sangat identik dengan warna cokelat karena:

  • Lord Baden Powell, si Bapak Pramuka Sedunia memilih warna cokelat untuk menjadi seragam Pramuka karena menganggapnya selaras dengan alam dan tidak mudah kotor.

  • Warna cokelat adalah warna dari lambang Pramuka Indonesia, yaitu tunas kelapa.

  • Warna cokelat mendominasi di medan perang, hingga digunakan oleh banyak pejuang kemerdekaan saat melawan penjajah demi meraih kemerdekaan Indonesia. Jadi, warna cokelat dipilih agar para anggota Pramuka bisa terus mengingat semangat dan jasa para pahlawan.

  • Warna cokelat juga merupakan metafora tanah dan air di Nusantara. Warna cokelat muda di kemeja menggambarkan air yang mengairi seluruh negeri ini. Sedangkan warna cokelat tua di rok dan celana menggambarkan tanah di Indonesia.

Bagaimana? Kini kamu sudah mengetahui sejarah Hari Pramuka Indonesia dan sedunia, kan? Selamat Hari Pramuka!(BRP)