Faktor yang Melatarbelakangi Belanda Menerapkan Sistem Tanam Paksa di Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia dahulu dijajah oleh Belanda dalam waktu yang sangat lama. Pada masa penjajahan tersebut ada banyak kebijakan yang merugikan Indonesia, misalnya sistem tanam paksa. Faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi Belanda menerapkan sistem tanam paksa di Indonesia?
Selain harus mengetahui latar belakangnya, generasi masa kini juga harus mengetahui ketentuan tanam paksa. Dengan begitu, orang-orang bisa mengetahui penderitaan yang dialami oleh rakyat Indonesia di zaman penjajahan Belanda.
Faktor-Faktor Apa Saja yang Melatarbelakangi Belanda Menerapkan Sistem Tanam Paksa di Indonesia?
Dikutip dari Sejarah untuk Kelas 2 SMA, Mustopo (2005:113-114), sistem tanam paksa adalah kewajiban yang diberikan kepada rakyat Indonesia untuk menanam tanaman ekspor yang laku dijual di Eropa. Dalam bahasa Belanda, sistem itu disebut dengan cultuur stelsel.
Rakyat Indonesia menerjemahkan cultuur stelsel dengan sebutan tanam paksa. Alasannya karena proyek tersebut dilaksanakan dengan cara-cara memaksa. Pelanggar sistem tersebut akan dikenai hukuman fisik yang berat.
Faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi Belanda menerapkan sistem tanam paksa di Indonesia? Berikut adalah jawabannya:
Belanda terlibat dalam beberapa peperangan di masa kejayaan Napoleon yang menghabiskan biaya besar.
Ada Perang Kemerdekaan Belgia yang berakhir dengan pemisahan Belgia dari Belanda di tahun 1830.
Pecahnya Perang Diponegoro (1825-1830) yang merupakan perang dengan rakyat Indonesia yang menghabiskan biaya paling mahal bagi Belanda.
Kas negara Belanda kosong dan banyak utang yang ditanggung oleh Belanda.
Pendapatan dari penanaman kopi tidak banyak.
Gagalnya usaha mempraktikkan gagasan liberal (1816-1830) dalam mengeksploitasi tanah jajahan demi keuntungan besar kepada negeri induk.
Ketentuan Pokok Tanam Paksa
Ketentuan-ketentuan pokok tanam paksa tercantum pada Staatsblad (lembaran negara) Tahun 1834 No. 22. Beberapa ketentuan tersebut adalah sebagai berikut:
Persetujuan-persetujuan akan diadakan dengan penduduk agar mereka menyediakan sebagian dari tanahnya untuk penanaman tanaman ekspor yang dapat dijual di pasaran Eropa.
Tanah pertanian yang disediakan pendidik untuk tujuan tersebut tidak boleh melebihi seperlima dari tanah pertanian yang dimiliki penduduk desa.
Pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman tersebut tidak boleh melebihi pekerjaan untuk menanam tanaman padi.
Tanah yang disediakan penduduk tersebut bebas dari pajak tanah.
Namun, dalam praktiknya ada banyak penyimpangan dalam ketentuan tersebut. Misalnya saja perjanjian tersebut seharusnya dilakukan dengan sukarela. Pada kenyataannya rakyat dipaksa untuk menyerahkan tanah mereka.
Baca juga: Tugas Utama Daendels di Indonesia di Masa Penjajahan Belanda
Faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi Belanda menerapkan sistem tanam paksa di Indonesia? Salah satunya adalah karena kas negara Belanda kosong dan Belanda menanggung utang dalam jumlah besar. (KRIS)
