Konten dari Pengguna

Filsafat Pendidikan Esensialisme Memandang Peran Guru dalam Proses Pembelajaran

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana filsafat pendidikan esensialisme memandang peran guru dalam proses pembelajaran. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Max Fischer
zoom-in-whitePerbesar
Bagaimana filsafat pendidikan esensialisme memandang peran guru dalam proses pembelajaran. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Max Fischer

Filsafat pendidikan esensialisme adalah salah satu aliran yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pada inti atau esensi pengetahuan yang universal. Bagaimana filsafat pendidikan esensialisme memandang peran guru dalam proses pembelajaran?

Filsafat ini sendiri bertujuan untuk membentuk individu yang berkarakter kuat dan memiliki kemampuan intelektual yang kokoh melalui pengajaran yang berorientasi. Dalam konteks ini, peran guru menjadi penting sebagai pembimbing utama dalam pembelajaran.

Bagaimana Filsafat Pendidikan Esensialisme Memandang Peran Guru dalam Proses Pembelajaran? Ini Jawabannya

Bagaimana filsafat pendidikan esensialisme memandang peran guru dalam proses pembelajaran. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Anastasia Shuraeva

Dalam sebuah pembelajaran, peran guru sangat berpengaruh pada murid yang akan diajarkan nantinya. Lantas, bagaimana filsafat pendidikan esensialisme memandang peran guru dalam proses pembelajaran?

Mengutip dari buku Pengantar Pendidikan, Nasarudin Nasarudin, dkk, (2024), peran guru dikalangan esensialis sangat berbeda dengan kalangan progresif yang tidak otoritatif bahkan hanya mejadi fasiolitator, sebaliknya berupaya untuk kembali menjadi otoritaitf.

Dalam pandangan esensialisme, guru dianggap sebagai figur otoritatif yang memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Guru bertanggung jawab untuk menyampaikan pengetahuan dasar yang relevan dengan perkembangan intelektual dan moral siswa.

Sebagai fasilitator, guru tidak hanya mentransmisikan informasi, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai budaya serta menjaga tradisi keilmuan yang telah ada.

Guru diharapkan dapat menyampaikan materi pelajaran secara sistematis dan disiplin agar siswa dapat memahami dan menginternalisasi inti dari setiap konsep yang diajarkan.

Esensialisme menuntut guru untuk memegang kendali penuh atas kelas, mulai dari pengelolaan kurikulum hingga evaluasi hasil belajar siswa.

Dalam hal ini, guru diharapkan menciptakan suasana pembelajaran yang terstruktur dan serius, di mana siswa didorong untuk berpikir kritis serta menyelesaikan masalah dengan logika yang jelas.

Selain itu, guru juga diharapkan menjadi teladan moral yang baik, karena pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter siswa.

Dengan demikian, guru memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kepribadian dan kemampuan intelektual siswa untuk dapat berkontribusi positif di masyarakat.

Baca juga: 8 Tindakan yang Mencerminkan Peran Guru Penggerak sebagai Coach bagi Guru Lain

Itulah bagaimana filsafat pendidikan esensialisme memandang peran guru dalam proses pembelajaran. Guru diharapkan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan intelektual yang mampu menanamkan nilai-nilai baik kepada siswa. (RIZ)