Konten dari Pengguna

Fobia: Pengertian, Gejala, Cara Mengatasinya dalam Ilmu Psikologi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Fobia adalah, sumber: unsplash/DmitrySchemele
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Fobia adalah, sumber: unsplash/DmitrySchemele

Fobia adalah salah satu masalah psikologis yang dialami oleh banyak orang. Sekilas, gangguan tersebut terdengar biasa saja dan tidak berbahaya.

Namun, memiliki fobia dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bagi orang yang tidak bisa mengendalikannya. Oleh karena itu, penting sekali mengetahui pengertian, gejala, dan cara mengatasinya agar tidak berdampak buruk pada aktivitas sehari-hari.

Pengertian Fobia

Ilustrasi Fobia adalah, sumber: unsplash/UsmanYousaf

Mengutip buku Menguasai Phobia, Tresno Saras (2023), pengertian fobia adalah ketakutan yang berlebihan dan dapat memengaruhi rutinitas keseharian. Ketakutan ini bersifat tidak realistis, baik terhadap orang, objek, hewan, situasi, atau aktivitas tertentu.

Umumnya, orang yang mengalami fobia akan berusaha menghindari apa pun yang memantik ketakutannya. Contoh fobia, yaitu takut terhadap ketinggian, takut terhadap katak, takut berada di laut, dan lain sebagainya.

Gejala Fobia

Fobio menimbulkan gejala-gejala tertentu yang perlu dideteksi sedini mungkin. Beberapa gejala fobia di antaranya sebagai berikut.

  • Munculnya rasa takut berlebihan terhadap suatu objek, aktivitas, situasi, atau orang tertentu.

  • Orang yang fobia cenderung menghindari pemicu kecemasan. Misal, orang yang memiliki fobia ketinggian tidak akan bersedia naik kincir angin atau naik pesawat terbang.

  • Ketakutan yang muncul dalam pikiran orang fobia sering kali tidak sesuai dengan tingkat ancaman yang sebenarnya.

  • Fobia dapat menyebabkan gejala fisik, seperti jantung berdebar, gemetar, berkeringat, pusing, sesak napas, dan mual.

Cara Mengatasi Fobia

Ilustrasi Fobia adalah, sumber: unsplash/NickHerashimenka

Fobia dalam tingkatan ringan bisa diatasi dengan memiliki kontrol yang kuat terhadap emosional diri sendiri. Ketika rasa takut itu muncul, orang yang fobia bisa menarik napas secara teratur untuk membuat tubuh rileks.

Namun, jika kondisi fobia sudah cukup mengkhawatirkan, maka alternatif yang bisa dilakukan, yakni sebagai berikut.

1. Terapi Eksposur

Terapi eksposur membantu mengubah pola pikir pengidap fobia terhadap kondisi atau objek yang ditakuti. Contohnya, orang yang memiliki fobia ketinggian diminta untuk melihat video tentang gunung.

Selanjutnya, dokter meminta pengidap untuk mendeskripsikan perasaan yang dialami ketika menonton video tersebut.

2. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Terapi ini membantu pengidap fobia menghadapi situasi yang ditakuti dengan mengendalikan emosi dan pikirannya. Tujuannya agar pengidap fobia dapat mengatasi rasa cemas dan takut secara berlebihan.

Baca juga: Memahami Perbedaan Agorafobia dan Fobia Sosial

Fobia adalah penyakit yang bisa diatasi dengan terapi sesuai ilmu psikologi. Namun, yang terpenting adalah pengidap fobia harus memiliki kemauan yang kuat untuk sembuh dari gangguan tersebut. (DLA)