Fungsi Benang Sari dan Bagian-Bagian Bunga

Penulis kumparan
Konten dari Pengguna
17 Oktober 2022 20:59
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi bunga. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Bunga adalah salah satu tanaman yang begitu indah. Dalam bunga terdapat bagian-bagiannya tersendiri. Contohnya ada kelopak bunga, benang sari, putik, dan lain sebagainya. Lalu, apa fungsi benang sari?
ADVERTISEMENT
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai fungsi benang sari dan bagian-bagian bunga lainnya, serta manfaat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan.

Fungsi Bunga

Ilustrasi bunga. Foto: Unsplash
Setiap bagian pada tanaman memiliki fungsinya masing-masing, begitu pula dengan bunga. Bunga mempunyai bagian-bagian tersendiri dengan fungsinya masing-masing.
Bunga dapat dikatakan sempurna jika memiliki bagian-bagian yang lengkap. Apabila bunga tidak memiliki bagian yang lengkap, ini dapat menyebabkan terganggunya proses perkembangbiakan dari tumbuhan itu sendiri.
Bunga memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu untuk menarik para penyerbuk pada tumbuhan guna supaya membantu terjadinya pembuahan yang bermanfaat untuk membuat bibit-bibit baru.
Bunga mengandalkan warna-warna yang cerah dan menarik, aroma yang wangi dan khas, serta nektar yang manis untuk membuat hewan yang melihatnya tertarik, seperti burung, tawon, lebah, kupu-kupu, dan serangga lainnya.
ADVERTISEMENT
Hewan tersebut akan tertarik untuk hinggap ke bunga, kemudian membantu untuk memindahkan serbuk sari dari satu bunga ke bunga yang lainnya. Hal ini mendukung fungsi paling vital bagi bunga, yaitu sebagai alat dari tumbuhan untuk melakukan perkembangbiakan generatif.

Bagian-Bagian Bunga

Ilustrasi bunga memiliki bagian-bagian yang menyusunnya. Foto: Pexels
Dikutip dari buku Saya Ingin Pintar Ilmu Pengetahuan Alah oleh Momon Sulaeman (2007: 55-56), bunga adalah organ penting bagi tumbuhan yang tersusun atas beberapa bagian, yaitu:

1. Tangkai Bunga

Tangkai bunga merupakan bagian bunga yang terletak di bagian bawah bunga. Tangkai bunga ini berfungsi sebagai penopang dan penghubung antara tangkai bunga dengan ranting.
Pada sebagian bunga, tangkai bunga juga memiliki pembuluh pengangkut yang disebut xilem dan floem. Xilem berfungsi dalam mengangkut air dan mineral dari akar ke seluruh bagian bunga, sedangkan floem mengangkut nutrisi yang dihasilkan oleh fotosintesis ke bagian bunga.
ADVERTISEMENT

2. Dasar Bunga

Dasar bunga adalah bagian tangkai yang membesar di bawah bunga. Dasar bunga berfungsi sebagai tempat melekatnya mahkota bunga pada batang tanaman. Pada beberapa jenis bunga, dasar bunga juga dapat berisi kelopak bunga yang melindungi bunga sebelum mekar sepenuhnya.

3. Kelopak Bunga

Kelopak bunga merupakan bagian terluar dari bunga. Kelopak bunga biasanya berwarna hijau atau warna lainnya yang tersusun dalam satu atau beberapa lingkaran. Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi kuncup bunga.

4. Mahkota Bunga

Mahkota bunga umumnya lebih besar daripada kelopak bunga dan terletak di sebelah dalam kelopak bunga. Setiap jenis tumbuhan umumnya memiliki warna mahkota bunga yang mencolok, sehingga menarik perhatian serangga.
Selain itu, mahkota bunga juga memiliki bentuk yang beraneka ragam. Kelopak dan mahkota bunga bersama-sama membentuk perhiasan bunga (periantum).
ADVERTISEMENT

5. Benang Sari (Alat Kelamin Jantan)

Benang sari berfungsi sebagai organ perkembangbiakan (alat kelamin) jantan pada tumbuhan, sehingga benang sari menghasilkan sel kelamin jantan. Letak benang sari umumnya mengelilingi putik.
Setiap benang sari terdiri dari tangkai sari dan kepala sari yang berisi butiran-butiran serbuk sari. Serbuk sari inilah yang akan diambil oleh serangga penyerbuk dan digunakan untuk membuahi organ betina dalam bunga.

4. Putik (Alat Kelamin Betina)

Putik terletak di bagian pusat bunga setelah benang sari. Putik merupakan organ perkembangbiakan betina karena membentuk sel telur (ovum).
Bagian-bagian penyusun putik adalah kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus), dan bakal buah (ovarium). Di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovulum), sedangkan di dalam bakal biji terdapat sel telur yang merupakan sel kelamin betina.
ADVERTISEMENT

Bagian Benang Sari

Ilustrasi bunga yang memiliki bagian-bagian benang sari. Foto: Pexels
Benang sari terdiri dari beberapa penyusun utama, yaitu tangkai sari, kepala sari, dan penghubung ruang sari. Setiap bagian ini memiliki peran khusus dalam penyebaran serbuk sari untuk perkembangbiakan tumbuhan. Berikut penjelasannya:

1. Tangkai Sari

Tangkai sari adalah bagian dari benang sari yang memiliki fungsi untuk membuat posisi kepala sari berada cukup tinggi dari mahkota bunga. Tangkai sari memiliki bentuk seperti benang dengan penampang melintang dan umumnya berbentuk bulat.

2. Kepala Sari

Kepala sari adalah bagian dari benang sari yang berfungsi sebagai tempat yang berisi serbuk sari. Posisi dari kepala sari berada di atas tangkai sari.
Bagian kepala sari di dalamnya mempunyai dua ruang sari. Di dalam ruang sari tersebut terdapat serbuk sari.
ADVERTISEMENT

3. Penghubung Ruang Sari

Penghubung ruang sari adalah batang atau tangkai sari yang mempunyai fungsi sebagai penghubung antara kedua bagian kepala sari yang berada di bagian kanan dan bagian kiri.

Manfaat Perkembangbiakan Generatif

Ilustrasi tumbuhan bunga berkembangbiak secara generatif. Foto: Pexels
Perkembangbiakan tumbuhan secara generatif dialami oleh tumbuhan berbiji melalui penyerbukan. Dikutip dari Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 6 oleh Christiana Umi (2020: 22), penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik.
Penyerbukan umumnya akan diikuti proses pembuahan. Apabila pembuahan berhasil, biji akan terbentuk. Penyerbukan dan pembuahan hanya terjadi pada tanaman yang memiliki bunga.
Adapun beberapa manfaat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan, antara lain:

1. Akar yang Lebih Kuat

Perkembangbiakan generatif memungkinkan pertumbuhan akar yang lebih kuat pada tumbuhan. Akar yang kuat bermanfaat untuk menyokong dan menyerap unsur-unsur hara secara optimal, sehingga tumbuhan dapat tumbuh dengan lebih baik.
ADVERTISEMENT
Seperti yang telah disebutkan, tumbuhan dengan perkembangbiakan generatif menghasilkan biji yang akan berkembang menjadi batang. Ketika berada di dalam tanah, biji ini melakukan penyambungan dan okulasi, sehingga akar tumbuhan menjadi lebih kuat.

2. Jangkauan Persebaran yang Lebih Luas

Perkembangbiakan generatif memungkinkan tumbuhan untuk memiliki jangkauan persebaran yang lebih luas. Melalui penyerbukan oleh serangga, angin, atau media lainnya, serbuk sari dapat tersebar ke tempat yang jauh dari tumbuhan asal.

3. Variasi Genetik Baru

Dengan perkembangiakan generatif, tumbuhan dapat menghasilkan varietas tumbuhan baru dengan genetik yang berbeda. Hal ini memungkinkan tumbuhan dapat beradaptasi terhadap lingkungan yang berbeda.
Variasi genetik yang dihasilkan melalui perkembangbiakan generatif memungkinkan tumbuhan untuk menghasilkan keturunan dengan sifat-sifat yang lebih baik, seperti tahan terhadap cuaca ekstrem, kekeringan, atau tanah yang kurang subur.
ADVERTISEMENT

4. Batang yang Kokoh

Proses perkembangbiakan generatif pada tumbuhan juga berkontribusi pada pembentukan batang yang lebih kokoh. Melalui proses ini, tumbuhan dapat menghasilkan batang yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu.

5. Adaptasi yang Tinggi

Manfaat lain yang dimiliki oleh tumbuhan dengan perkembangbiakan generatif adalah memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi. Tumbuhan jenis ini mampu tumbuh di tanah yang subur maupun tidak begitu subur.
(UMI & SFR)