Konten dari Pengguna

Fungsi Sampiran dalam Pantun Berbahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sampiran dalam pantun berfungsi sebagai pengantar, sumber: Photo by Joanna Kosinska on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sampiran dalam pantun berfungsi sebagai pengantar, sumber: Photo by Joanna Kosinska on Unsplash

Sebagai salah satu karya sastra Indonesia, penulisan pantun mempunyai kaidah dan aturan tersendiri. Kaidah dan aturan itu meliputi struktur pantun yaitu sampiran dan isi. Sampiran dalam pantun berfungsi sebagai pengantar isi.

Sebagai pengantar, sampiran ini ada di awal atau bagian pertama pantun, yang terdiri dari dua baris, berupa rima.

Sampiran dalam Pantun Berfungsi sebagai Pengantar

Ilustrasi sampiran dalam pantun berfungsi sebagai pengantar, sumber: Debby Hudson Unsplash

Pantun, merupakan puisi asli Indonesia. Terdiri atas dua bagian yaitu Sampiran dan Isi.

Mengutip buku Mengenal Sastra Lama - Jenis, Definisi, Ciri, Sejarah, dan Contoh, Eko Sugiarto (2015:6), sampiran (dua larik pertama) merupakan pengantar menuju isi pantun (dua larik berikutnya).

Dua larik pertama dalam sampiran, hanya memiliki hubungan persamaan bunyi dengan larik ketiga dan keempat (isi pantun), tetapi tidak memiliki hubungan makna.

Isi pantun memang merupakan hal yang sangat penting karena mengandung pesan yang disampaikan oleh si penutur atau penulis pantun. Namun, isi tak akan menarik jika tidak ada sampiran dalam pantun berfungsi sebagai pengantarnya.

Satu hal yang perlu diketahui dan dipahami oleh calon penulis pantun, atau penulis yang baru pertama kali menulis tentang pantun, sampiran dan isi harus berkaitan dan masuk akal.

Sebelum mencoba menuliskan pantun, berikut ini ciri-ciri pantun sebagai karya sastra asli Indonesia.

Ciri-Ciri Pantun

  • Memiliki bait dan baris

  • Satu bait terdiri atas empat baris

  • Jumlah suku kata dalam setiap baris antara delapan sampai 12 suku kata

  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, baris ketiga dan keempat adalah isi pantun.

  • Pernyataan pada sampiran dan isi harus berkaitan dan masuk akal.

Jenis-jenis Pantun

  • Pantun dua baris (paling sering dipakai)

  • Pantun empat baris, ini sering juga dituliskan seperti pantun anak-anak, pantun jenaka, pantun sukacita, pantun kiasan, pantun nasihat, pantun dukacita, pantun budi pekerti, dan pantun agama.

  • Pantun enam baris

  • Pantun berkait; rangkaian pantun yang sambung menyambung.

Baca Juga: Cara Membuat Pantun Sesuai dengan Kaidah Penulisan Karya Sastra

Untuk mengetahui sampiran dalam pantun berfungsi sebagai pengantar, berikut ini contoh dari pantun jenaka:

Menggegar batang limau

Terikat lembing dekat kendil

(sampiran)

Gemetar tulang harimau

melihat kambing menyandang bedil

(isi)

Bagi penulis, terutama yang sudah terbiasa menulis kata-kata bijak bermakna, menulis pantun bisa mengasyikkan.(IJS)