Fungsi Sarkofagus, Pengertian, dan Ciri-cirinya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sarkofagus merupakan salah satu barang peninggalan zaman prasejarah. Fungsi sarkofagus perlu dipelajari agar lebih memahami kehidupan masyarakat zaman prasejarah.
Sarkofagus dibuat dengan tujuan tertentu. Benda ini biasanya terbuat dari batu besar yang bagian dalamnya dilubangi sehingga berbentuk seperti lesung.
Pengertian dan Fungsi Sarkofagus
Dikutip dari Sejarah 1 SMP Kelas VIII, Kurnia dan Suryana (2007:15), pengertian sarkofagus adalah tempat jenazah yang terbuat dari dua batu besar dan ditangkupkan. Sarkofagus adalah benda berupa wadah dan tutup yang dilengkapi dengan tonjolan pada bagian ujungnya.
Fungsi sarkofagus adalah sebagai keranda atau sebagai tempat menyimpan jenazah. Masyarakat zaman prasejarah menggunakan sarkofagus untuk upacara kematian golongan terkemuka. Biasanya, benda pusaka dan perhiasan yang terbuat dari perunggu juga ikut dimasukkan ke sarkofagus bersama jenazah.
Hal tersebut dilakukan agar arwah orang yang sudah meninggal tetap dapat mempertahankan kedudukan atau status sosialnya di dunia arwah. Sarkofagus memiliki pahatan berupa lambang-lambang tertentu dengan tujuan untuk menolak bahaya agar arwah bisa sampai ke dunia arwah dengan selamat.
Ciri-Ciri dan Lokasi Penemuan Sarkofagus
Sarkofagus memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Terbuat dari batu yang relatif lunak
Sarkofagus terdiri dari dua bagian, yaitu wadah dan tutup yang sebangun
Terdapat tonjolan pada bagian wadah dan tutupnya
Memiliki bidang samping, depan, belakang, atas, dan bawah
Biasanya, bidang depan dibuat lebih lebar karena digunakan untuk meletakkan kepala jenazah
Sarkofagus selalu diletakkan mengarah ke gunung.
Di Indonesia sarkofagus ditemukan di berbagai tempat seperti di Sumba, Bali, Tapanuli, Bondowoso, dan Minahasa. Seorang ahli bernama Heekeren melakukan penelitian megalitik di daerah Jawa Timur, khususnya di Bondowoso. Beliau menemukan sarkofagus di Kretek.
Sarkofagus di Kretek tersebut memiliki dinding muka yang dihias dengan ukiran hewan berkaki empat dengan ekor mengarah ke atas. Ada juga hiasan berupa burung yang sedang mengangkat cakarnya dan beberapa bentuk manusia.
Soejono melakukan penelitian sarkofagus di Bali pada tahun 1960. Sarkofagus tersebut berisi tulang belulang manusia dan beberapa barang bekal kubur yang terbuat dari besi, perunggu, dan manik-manik. Soejono membagi sarkofagus di Bali menjadi tiga tipe, yaitu tipe A, B, dan C.
Baca juga: Memahami Asal Zaman Kebudayaan Tugu Batu atau Menhir
Fungsi sarkofagus adalah untuk tempat menyimpan jenazah. Pelajari juga ciri-ciri dan lokasi penemuan sarkofagus di Indonesia untuk menambah wawasan tentang zaman prasejarah. (KRIS)
