Konten dari Pengguna

Memahami Asal Zaman Kebudayaan Tugu Batu atau Menhir

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kebudayaan tugu batu dan menhir berasal dari zaman Megalitikum. Foto: Unsplash/Johanneke Kroesbergen-Kamps
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kebudayaan tugu batu dan menhir berasal dari zaman Megalitikum. Foto: Unsplash/Johanneke Kroesbergen-Kamps

Kehidupan manusia purba sangatlah berbeda dengan saat ini, begitu juga dengan kebudayaannya. Salah satu kebudayaan yang terkenal adalah kebudayaan tugu batu dan menhir berasal dari zaman Megalitikum.

Pada zaman tersebut, manusia sudah mengenal adanya kepercayaan. Sehingga, batu dibentuk sedemikian rupa untuk dijadikan sebagai media peribadatan.

Asal Zaman Kebudayaan Tugu Batu dan Menhir

Ilustrasi kebudayaan tugu batu dan menhir berasal dari zaman Megalitikum. Foto: Unsplash/Andreas Brunn

Kebudayaan tugu batu dan menhir berasal dari zaman Megalitikum. Megalitikum berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni “mega” yang artinya besar dan “lithos” berarti batu. Sedangkan “kum” menunjukan sebuah periode atau zaman.

Dikutip dari buku Megalitik dataran tinggi Tlogosari oleh Firza Azzam Fadilla dan Agus Danugroho (2023) zaman Megalitikum dikenal sebagai zaman batu besar. Sebab, pada zaman tersebut manusia prasejarah membuat tempat peribadatan atau tempat untuk memberikan penghormatan kepada roh leluhur atau nenek moyang.

Salah satu peribadatan yang digunakan pada zaman Megalitikum yakni tugu batu atau menhir. Menhir berasal dari gabungan dari kata “men” artinya batu” dan “hir” yang berarti panjang.

Menhir sendiri adalah batuan besar yang berbentuk vertikal atau meninggi ke atas. Ukurannya dapat bervariasi dari yang cukup kecil hingga setinggi beberapa meter. Menhir merupakan monolit, yaitu batu tunggal yang tidak diubah atau diukir selain bentuk alaminya.

Fungsi Menhir sendiri di zaman Megalitikum yakni:

1. Pemujaan dan Spiritual

Salah satu fungsi utama menhir adalah sebagai alat spiritual dan pemujaan. Menhir digunakan sebagai tempat untuk memperingati arwah leluhur, roh alam, atau entitas spiritual lainnya.

Manusia di zaman Megalitikum percaya bahwa menhir adalah penghubung antara dunia manusia dengan dunia roh.

2. Pengingat Peristiwa Penting

Menhir sering ditempatkan untuk mengenang peristiwa penting. Misalnya, sebagai tempat penguburan tokoh penting, markah tanah untuk navigasi, atau penanda perayaan musim atau ritual tertentu.

Dengan begitu, menhir berfungsi sebagai "catatan sejarah" primitif bagi masyarakat di zaman Megalitikum.

3. Ritual dan Upacara

Menhir sering digunakan dalam berbagai jenis ritual dan upacara keagamaan. Mereka menjadikan pusat perhatian seperti perayaan musim, pernikahan, penguburan, atau upacara keagamaan lainnya.

Fungsi ini menunjukkan pentingnya menhir dalam menjaga dan memelihara tradisi keagamaan serta budaya pada zaman Megalitikum.

Baca Juga: Punden Berundak: Pengertian dan Fungsinya

Itulah penjelasan dari kebudayaan tugu atau menhir berasal dari zaman Megalitikum. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan tentang peninggalan manusia purba.(MZM)