Konten dari Pengguna

Punden Berundak: Pengertian dan Fungsinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bangunan Zaman Megalitikum yang Menjadi Dasar Pembangunan Candi adalah (Foto: Manya Krishnaswamy | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bangunan Zaman Megalitikum yang Menjadi Dasar Pembangunan Candi adalah (Foto: Manya Krishnaswamy | Unsplash.com)

Bangunan zaman Megalitikum yang menjadi dasar pembangunan candi adalah punden berundak. Punden berundak ini masih tetap ada sampai sekarang di beberapa daerah di Indonesia dan bisa dikunjungi.

Peninggalan zaman Megalitikum ini memiliki fungsi tersendiri. Simak artikel ini untuk mengetahui pengertian dan fungsi dari punden berundak.

Baca juga: Zaman Megalitikum: Ciri-ciri dan Peninggalan Sejarahnya

Pengertian Bangunan Punden Berundak

Ilustrasi Pengertian Punden Berundak (Foto: Yassine El Ouazzani | Unsplash.com)

Djami dalam Situs Megalitikum Lampung oleh Maskun, dkk (2021) menjelaskan punden berundak adalah bangunan berbentuk persegi konsentris yang ditemukan pada masa prasejarah di Indonesia dan juga di Pasifik.

Bangunan punden berundak umumnya mempunyai pola atau bentuk memusat (konsentris) dengan bagian pusat tertinggi berada di tengah dan pola memanjang dengan bagian pusat di belakang yang merupakan lokasi tertinggi.

Sedangkan Prawoto dalam Sejarah 1 (2007) menyatakan bahwa bangunan punden berundak dibuat dari batu yang disusun bertingkat-tingkat sehingga jika dilihat dari samping akan menyerupai tangga.

Fungsi Punden Berundak

Dikutip dari buku Sejarah oleh Tugiyono (2004), pada zaman kebudayaan megalitikum atau batu besar, nenek moyang bangsa kita banyak mendirikan bangunan punden berundak beserta menhir sebagai tempat untuk memuliakan arwah nenek moyang.

Bangunan punden berundak ini adalah bentuk awal dari bangunan candi yang ada di Indonesia. Candi di Indonesia juga berfungsi sebagai tempat menyimpan abu jenazah para raja atau leluhur.

Arca atau patung perwujudan tokoh yang diperabukan dalam bentuk patung dewa agama Hindu atau patung bodhisatwa kemudian dibangun di candi. Dengan demikian candi juga berfungsi sebagai tempat pemuliaan para dewa atau Sang Buddha.

Ciri Punden Berundak

Terdapat beberapa ciri pada punden berundak yang bisa diamati sebagai berikut:

  • Punden berundak terbuat dari tanah dan batu

  • Berbentuk berundak-undak, sesuai dengan namanya

  • Bangunan ini digunakan untuk acara keagamaan atau kepercayaan tertentu

  • Setiap tingkat atau undak pada punden berundak memiliki makna yang berbeda

  • Pada bagian puncak umumnya terdapat menhir

  • Ada tingkatan dimulai dari terendah yang luas sampai ke tingkatan tertinggi yang memiliki bagian terkecil

Contoh Punden Berundak

Sampai saat ini masih ada beberapa bangunan punden berundak yang bisa dikunjungi seperti:

  • Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

  • Candi Sukuh di Karanganyar, Jawa Tengah

  • Situs Megalitikum Cisolok dan Gunung Padang, Jawa Barat

Demikian penjelasan mengenai pengertian, fungsi, ciri, dan contoh punden berundak yang bisa kalian pelajari. Banyak situs prasejarah yang bisa dikunjungi, namun ingat untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku di semua tempat ya. (KRIS)