Konten dari Pengguna

Gambaran Pelaksanaan Tabot di Bengkulu sebagai Upacara Adat secara Runtut

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana gambaran pelaksanaan Tabot di Bengkulu. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana gambaran pelaksanaan Tabot di Bengkulu. Sumber: pexels.com

Sebagai negara yang dikenal kaya akan budaya, ada banyak sekali upacara adat yang kerap dilakukan masyarakat di setiap daerah. Salah satunya adalah upacara adat Tabot di Bengkulu. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana gambaran pelaksanaan tabot di Bengkulu?

Seperti yang diketahui bahwa tidak semua masyarakat Indonesia tahu semua upacara adat yang ada di berbagai daerah. Oleh karena itulah, banyak dari mereka yang penasaran dan mencari tahu tentang upacara adat tersebut, termasuk Tabot di Bengkulu.

Bagaimana Gambaran Pelaksanaan Tabot di Bengkulu?

Ilustrasi bagaimana gambaran pelaksanaan Tabot di Bengkulu. Sumber; pexels.com

Mengutip dari buku Dialektika Islam dan Budaya Nusantara: Dari Negosiasi Adaptasi, Hingga Komodifikasi, Suprapto (2020:185), Tabot merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan masyarakat Bengkulu pada 1 sampai 10 Muharram di Bengkulu.

Adapun tradisi ini bertujuan untuk memberi penghormatan kepada cucu Nabi Muhammad saw., yakni Imam Husein Bin Ali Abi Thalib yang gugur di Perang Karbala oleh pasukan Yazid Bin Muawiyah. Pada dasarnya, kata tabot sendiri berasal dari peti berisi kitab Taurat Bani Israil.

Peti ini dipercaya dapat membawa keberkahan apabila muncul dan akan membawa malapetaka apabila hilang. Sementara tabot yang digunakan di Bengkulu adalah miniatur bangunan berundak, seperti menara masjid yang dihias indah.

Lantas, bagaimana gambaran pelaksanaan Tabot di Bengkulu? Berikut penjelasannya.

  1. Pertama-tama, mengambil tanah dari tempat yang dikeramatkan.

  2. Kemudian mencuci jari-jari atau Duduk Penja (benda yang terbuat dari berbagai logam, seperti kuningan, perak, atau tembaga dan memiliki bentuk, seperti tangan manusia lengkap dengan jari-jarinya).

  3. Pada 6 Muharram, diadakan Meradai atau mengumpulkan dana dari masyarakat yang dilakukan oleh Jola, yakni petugas pengumpul dana yang terdiri dari anak berusia 10-12 tahun.

  4. Selanjutnya, Menjara atau berkunjung ke suatu kelompok untuk bertanding dol (sejenis beduk).

  5. Lalu, Arak Penja atau mengarak Penjah keliling kota Bengkulu.

  6. Pada rangkaian keenam, akan dilakukan arak Penja yang ditambah dengan sorban putih dan diletakkan pada Tabot kecil. Adapun Tabot adalah kotak kayu atau peti yang dipercaya akan memunculkan kebaikan dan menjauhkan dari mara bahaya.

  7. Setelah itu, Gam atau masa tenang sehingga tidak boleh ada yang mengadakan kegiatan apapun.

  8. Pada rangkaian kedelapan, tepatnya di 9 Muharram, akan diadakan Arak Gendang yang dimulai dengan pelepasan Tabot Besanding.

  9. Terakhir, upacara Tabot Tebuang yang diadakan pada 19 Muharam.

Baca Juga: Mengenal Upacara Adat Sumatera Utara dengan Kekayaan Budayanya

Itu dia penjelasan dari pertanyaan tentang bagaimana gambaran pelaksanaan Tabot di Bengkulu secara singkat dan runtut. (Anne)