Gaya Belajar Kinestetik: Pengertian dan Ciri-cirinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang memiliki cara yang unik dalam memproses informasi dan memahami pelajaran. Salah satu gaya belajar yang menarik adalah gaya belajar kinestetik, di mana seseorang cenderung lebih efektif dalam menyerap informasi melalui gerakan dan pengalaman.
Gaya ini sangat bermanfaat bagi yang lebih menikmati aktivitas fisik dalam proses belajarnya. Dengan memahami ciri-ciri gaya belajar kinestetik, pendidik dan orang tua dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung bagi anak dengan gaya belajar ini.
Pengertian Gaya Belajar Kinestetik dan Ciri-cirinya
Mengutip dari buku Pembelajaran Berdiferensiasi (Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka), Idam Ragil Widianto Atmojo, (2024), gaya belajar kinestetik merupakan suatu proses belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung, bergerak, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri.
Seseorang dengan gaya ini biasanya sulit untuk berlama-lama duduk diam dalam kelas, sebab lebih tertarik untuk bergerak dan melakukan aktivitas yang melibatkan indera gerak.
Dalam lingkungan belajar sekolah, seperti di dalam kelas yang menuntut siswa untuk duduk, mendengar, dan mencatat, seseorang dengan gaya belajar kinestetik akan merasa kurang nyaman dan sulit fokus.
Kebanyakan biasanya akan belajar lebih optimal ketika diberi kesempatan untuk bergerak atau melakukan praktik langsung di luar kelas. Adapun ciri-ciri dari gaya belajar kinestetik, sebagai berikut.
Lebih suka aktivitas fisik dan belajar melalui pengalaman langsung: Biasanya lebih memahami pelajaran jika dapat terlibat langsung dengan objek atau praktik tertentu.
Cepat merasa bosan dalam situasi belajar pasif di dalam kelas: Siswa kinestetik sering merasa tidak nyaman jika harus duduk dalam waktu yang lama tanpa aktivitas fisik.
Memahami informasi lebih baik melalui gerakan: Dengan menggunakan indera gerak dan indera peraba, dapat lebih cepat memahami dan mengingat materi.
Menikmati kegiatan olahraga dan kreativitas fisik: Aktivitas seperti olahraga atau kegiatan yang membutuhkan keterampilan motorik biasanya sangat disukai.
Cenderung suka menciptakan atau merancang sesuatu: Dalam kegiatan belajar, lebih tertarik untuk menghasilkan sesuatu melalui interaksi langsung.
Tidak betah diam: Anak dengan gaya belajar kinestetik lebih suka bergerak atau beraktivitas daripada diam atau duduk terlalu lama.
Baca juga: Aspek Menyesuaikan Metode Pembelajaran dengan Gaya Belajar Individu Siswa
Mengenali dan memahami gaya belajar kinestetik sangat penting dalam mendukung anak-anak dan remaja yang memiliki preferensi belajar ini. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman materi, membantu merasa nyaman dan dihargai dalam lingkup belajar. (RIZ)
