Konten dari Pengguna

Gejala Westernisasi: Pengertian, Dampak, dan Contoh Dalam Masyarakat

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Gaya Hidup yang Selalu Berorientasi Kepada Budaya Barat Seperti Pakaian Mini, Tindik dan Lain Sebagainya disebut. Sumber: Unsplash/Tamara Bellis
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Gaya Hidup yang Selalu Berorientasi Kepada Budaya Barat Seperti Pakaian Mini, Tindik dan Lain Sebagainya disebut. Sumber: Unsplash/Tamara Bellis

Teknologi yang terus berkembang membuat informasi semakin mudah didapatkan dan berdampak pada perubahan gaya hidup. Gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya Barat seperti pakaian mini, tindik, dan lain sebagainya disebut gejala westernisasi.

Perubahan gaya hidup atau budaya tersebut tentunya akan berdampak pada kehidupan masyarakat. Misalnya saja budaya masyarakat asli tergeser oleh budaya Barat.

Gaya Hidup yang Selalu Berorientasi Kepada Budaya Barat Seperti Pakaian Mini, Tindik dan Lain Sebagainya disebut Gejala Westernisasi

Ilustrasi untuk Gaya Hidup yang Selalu Berorientasi Kepada Budaya Barat Seperti Pakaian Mini, Tindik dan Lain Sebagainya disebut. Sumber: Unsplash/Kimia Zarifi

Dengan adanya teknologi, masyarakat semakin mudah untuk mengakses segala informasi. Hal ini bisa memberikan dampak positif apabila dilakukan dengan bijaksana. Namun, tidak jarang informasi yang masuk akan menyebabkan perubahan gaya hidup.

Gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat seperti pakaian mini, tindik dan lain sebagainya disebut gejala westernisasi. Mengutip dari BPSC Modul Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI Kelas VI, Hasanah (2021:44), westernisasi adalah proses mengadopsi budaya Barat dalam berbagai bidang seperti gaya hidup dan lainnya.

Westernisasi bisa saja terjadi pada generasi-generasi yang kurang memiliki kepekaan terhadap nilai kepribadian bangsa. Sebagian negara Barat memang lebih maju, tetapi tidak semua hal yang dibawa dari Barat bisa diserap dan diterapkan di Indonesia.

Westernisasi adalah sikap meniru budaya Barat mentah-mentah tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa contoh westernisasi dalam masyarakat.

  • Adanya restoran cepat saji yang menyebar di berbagai daerah.

  • Masyarakat menirukan cara berbicara dan sopan santun masyarakat Barat.

  • Mode ala Barat menjadi tren.

  • Merendahkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan cara mencampurkan dengan istilah bahasa asing meskipun lawan bicaranya tidak terlalu memahaminya.

Dampak Positif dan Negatif Westernisasi

Ilustrasi untuk Gaya Hidup yang Selalu Berorientasi Kepada Budaya Barat Seperti Pakaian Mini, Tindik dan Lain Sebagainya disebut. Sumber: Unsplash/Element5 Digital

Westernisasi memberikan dampak positif dan negatif pada masyarakat. Berikut penjelasannya.

1. Dampak Positif

  • Standar hidup meningkat karena gaya hidup yang mengutamakan efisiensi dan produktivitas.

  • Teknologi semakin berkembang sehingga berpengaruh terhadap cara berkomunikasi, belajar, dan bekerja.

  • Kualitas pendidikan dan penelitian meningkat.

2. Dampak Negatif

  • Identitas budaya asli menghilang karena tergeser oleh budaya Barat.

  • Ketidaksetaraan ekonomi semakin meningkat akibat budaya konsumtif.

  • Kerusakan lingkungan bertambah akibat penggunaan SDA secara berlebihan.

Baca juga: Memahami Fenomena Perubahan Sosial di Pedesaan Menurut Pendapat Gilin & Gilin

Jadi, gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya Barat seperti pakaian mini, tindik dan lain sebagainya disebut gejala westernisasi. Westernisasi bisa membawa dampak positif dan negatif sehingga harus disikapi dengan bijaksana. (KRIS)