Konten dari Pengguna

Ghibah: Membicarakan Aib yang Ada pada Diri Seseorang dengan Maksud Merendahkan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membicarakan Aib yang Ada pada Diri Seseorang dengan Maksud untuk Merendahkan Harga Dirinya Dinamakan Ghibah. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Brooke Cagle
zoom-in-whitePerbesar
Membicarakan Aib yang Ada pada Diri Seseorang dengan Maksud untuk Merendahkan Harga Dirinya Dinamakan Ghibah. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Brooke Cagle

Membicarakan aib yang ada pada diri seseorang dengan maksud untuk merendahkan harga dirinya dinamakan ghibah. Dalam ajaran Islam, perilaku seperti ini merupakan salah satu perilaku yang tercela.

Banyak hadis dan juga penjelasan dari ulama yang menerangkan mengenai ghibah. Bahkan dalam Al-Quran sifat seperti ini harus dihindari oleh seorang muslim karena merupakan salah satu perbuatan yang berdosa.

Membicarakan Aib yang Ada pada Diri Seseorang dengan Maksud untuk Merendahkan Harga Dirinya Dinamakan Ghibah, Ini Penjelasannya

Membicarakan Aib yang Ada pada Diri Seseorang dengan Maksud untuk Merendahkan Harga Dirinya Dinamakan Ghibah. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Helena Lopes

Dikutip dari buku (Bukan) Ahli Ghibah Wal Jamaah karya Etik Nukhaidar, membicarakan aib yang ada pada diri seseorang dengan maksud untuk merendahkan harga dirinya dinamakan dengan ghibah.

Sementara itu, menurut An-Nawawi, ghibah adalah menyebutkan hal-hal tidak disukai orang lain, baik berkaitan dengan kondisi badan, agama, dunia, jiwa, perawakan, akhlak, istri, anak, pembantu, gaya, ekspresi rasa senang, rasa duka dan sebagainya yang berkaitan dengan dirinya, baik dengan kata-kata gamblang, isyarat, maupun dengan kode.

Dalam ajaran Islam perbuatan ini merupakan perbuatan yang tercela dan dilarang. Salah satunya disebutkan dalam surat Al-Ahzab ayat 58.

Artinya: “Dan orang-orang yang menyakiti orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka itu telah memikul kebohongan dan yang nyata. (QS. Al-Ahzab:58)

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari perbuatan ghibah. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Memilih untuk Diam

Pertama, diam menjadi solusi utama dalam menghindari ghibah. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan bahwa seorang yang beriman seharusnya menjaga perkataan atau memilih diam. Sikap diam mencegah terjerumus dalam pembicaraan yang tidak bermanfaat atau bahkan mengandung dosa.

2. Mengingatkan Ketika Ada yang Ghibah

Kedua, memberi nasihat ketika menyaksikan ghibah dilakukan. Islam mengajarkan untuk mengingatkan pelaku ghibah dengan cara yang baik, sesuai kemampuan.

Jika tidak mampu menghentikan dengan tindakan, maka teguran secara lisan atau penolakan dalam hati tetap menjadi bentuk keimanan.

3. Fokus pada Diri Sendiri

Ketiga, fokus pada perbaikan diri sendiri. Setiap individu memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki. Dengan menyibukkan diri dalam aktivitas positif seperti belajar, berlatih, atau mengikuti pengajian, waktu dan pikiran akan teralihkan dari membicarakan keburukan orang lain.

Baca juga: Penjelasan Singkat mengenai Perbedaan Ghibah dengan Kritik

Jadi kesimpulannya membicarakan aib yang ada pada diri seseorang dengan maksud untuk merendahkan harga dirinya dinamakan dengan ghibah. (WWN)