Konten dari Pengguna

Hadis tentang Solat Gerhana dan Keutamaannya dalam Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hadis tentang Solat Gerhana, sumber: unsplash/MatthewSchwartz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hadis tentang Solat Gerhana, sumber: unsplash/MatthewSchwartz

Hadis tentang solat gerhana perlu diketahui agar dapat menjalankan ibadah sunnah tersebut tanpa keraguan. Solat gerhana merupakan jenis solat yang dikerjakan oleh umat Muslim saat terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan.

Gerhana matahari terjadi saat bulan berada di antara bumi dan matahari, sehingga cahaya matahari terhalang separuh atau seluruhnya. Sementara itu, gerhana bulan terjadi saat bumi berada di antara bulan dan matahari, sehingga cahaya matahari tidak bisa mencapai bulan.

Hadis tentang Solat Gerhana

Ilustrasi Hadis tentang Solat Gerhana, sumber: unsplash/LorenzoRanuzzi

Ada beberapa hadis tentang solat gerhana yang bisa dijadikan acuan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah tersebut. Adapun beberapa hadisnya, yakni sebagai berikut.

1. Hadis dari Dari Abu Bakrah ra

Dari Abu Bakrah ra. Berkata, "Kami shalat bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam solat gerhana, lalu beliau berdiri hingga terbit matahari dan berkata, 'Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Allah.

Tidak ada kematian dan tidak ada kebangkitan sampai dua tanda ini berlalu. Jika kalian melihat keduanya, maka berdirilah lakukanlah solat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Hadis dari Aisyah ra

Dari Aisyah ra. Berkata, "Pada zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, terjadilah gerhana matahari dan kami solat bersama beliau. Beliau berdiri untuk solat, lalu membaca panjang di dalam solatnya dan ruku' serta sujudnya. Setelah selesai solat, matahari telah kembali. Lalu beliau khotbah dan menyebutkan yang masyhur dari pada kalimat-kalimatnya dan beliau berdoa, beristighfar serta memuji Allah.

Kemudian beliau bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan itu bukanlah keduanya mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Tetapi keduanya adalah dua dari tanda-tanda Allah. Apabila kalian melihatnya maka berdoalah kepada Allah dan beristighfarlah kepada-Nya serta kerjakanlah solat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari dua hadis tersebut, dapat diketahui bahwa Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan solat gerhana sebagai bentuk ibadah.

Hal ini sekaligus sebagai bentuk penghormatan pada tanda-tanda alam semesta yang Allah berikan. Solat gerhana juga termasuk bentuk ibadah yang mencerminkan ketaatan umat Muslim terhadap kekuasaan Allah.

Keutamaan Shalat Gerhana

Ilustrasi Hadis tentang Solat Gerhana, sumber: unsplash/AustenNeil

Solat gerhana adalah ibadah yang memiliki sejumlah keutamaan, di antaranya sebagai berikut.

1. Pengampunan Dosa

Mengutip buku Bunda Sayang Aank Shalih, Ahsani (2020), ada potensi bagi umat Muslim untuk dihapuskan dosa-dosanya saat menjalankan solat gerhana. Oleh karena itu, tidak heran jika Rasulullah sangat menganjurkan umatnya mengamalkan ibadah ini.

2. Bentuk Ketundukan pada Tanda-tanda Allah

Solat gerhana juga termasuk bentuk ketundukan kepada Allah Swt. Hal ini termasuk upaya merespon tanda-tanda alam yang ditunjukkan oleh Allah dengan menunaikan solat. Ibadah ini sekaligus menunjukkan rasa kagum terhadap kebesaran Allah dalam mengatur alam semesta.

3. Kesempatan untuk Beribadah

Solat gerhana memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk melakukan ibadah sunnah. Meskipun tidak diwajibkan, hal ini merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri pada Allah dengan melakukan ibadah yang penuh dengan keimanan.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Matahari Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Hadis tentang solat gerhana yang disebutkan di atas bisa menjadi acuan untuk mengamalkan ibadah tersebut. Dengan begitu, maka keimanan dan ketakwaan yang dimiliki bisa lebih meningkat. (DLA)