Hadits tentang Kompetisi dalam Kebaikan dan Contoh Perilakunya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hadits tentang kompetisi dalam kebaikan banyak menjadi rujukan bagi umat muslim untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Kompetisi dalam kebaikan adalah suatu hal yang positif bagi umat muslim. Dengan ini, umat muslim selalu termotivasi untuk berbuat baik.
Berlomba-lomba dalam kebaikan disebut juga dengan fastabiqul khairat. Selain berkompetisi, umat muslim juga dianjurkan untuk mengajak sesama muslim untuk berbuat kebaikan, sehingga semakin banyak yang memperoleh banyak pahala dan keutamaan dari hal tersebut.
Hadits tentang Kompetisi dalam Kebaikan
Menurut buku Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas XII, H. Aminuddin dan Harjan Syuhada (2021: 114), fastabiqul khairat atau kompetisi dalam kebaikan adalah suatu konsep yang menghendaki umat muslim untuk menjalankan kebaikan agar mendapatkan ridha Allah Swt.
Perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan diterangkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 148, yaitu sebagai berikut.
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: "Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah ayat 148).
Kebaikan yang dimaksud dalam ayat ini adalah melaksanakan perbuatan yang menunjukkan sikap taat dan patuh menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.
Rasulullah Saw. juga mengajarkan mengenai fastabiqul khairat melalui hadits tentang kompetisi dalam kebaikan serta ajakan untuk beramal sholeh yang berbunyi sebagai berikut.
"Bersegeralah melakukan amalan sholeh sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia." (HR. Muslim no. 118)
Hadits tersebut mengajarkan kepada umat muslim untuk segera melakukan amalan yang soleh. Berkompetisi dalam kebaikan dan beramal soleh dapat dilakukan dengan hal-hal kecil. Berikut ini contoh perilakunya.
Selalu taat menjalankan ibadah.
Saling membantu teman, tetangga, keluarga, atau siapapun yang sedang dirundung musibah dan kesulitan.
Menjalin silaturahmi dengan sesama.
Memberi sedekah pada yang membutuhkan.
Selalu berusaha paling depan dalam saf salat berjamaah.
Berteman dengan orang-orang saleh.
Menuntut ilmu yang bermanfaat
Berkontribusi menyebarkan ilmu yang dipelajari pada masyarakat.
Baca juga: Penjelasan dan 4 Fungsi Hadits terhadap Al-Quran
Demikian penjelasan hadits tentang kompetisi dalam kebaikan atau fastabiqul khairat. Semoga dapat memberikan hikmah dan inspirasi kepada umat muslim untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan. (IND)
