Konten dari Pengguna

Hakikat dan Ajaran Gereja tentang Hidup Membiara atau Religius

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ajaran gereja tentang membiara atau religius. Sumber: Unspplash/Vidar Nordli-Mathisen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ajaran gereja tentang membiara atau religius. Sumber: Unspplash/Vidar Nordli-Mathisen

Dalam gereja Katolik terdapat pelayan Tuhan seperti pastor, bruder, dan suster yang memilih hidup selibat dan membiara. Ajaran gereja tentang hidup membiara atau religius penting diketahui.

Hidup membiara adalah hidup mempersembahkan diri agar dilibatkan dalam karya kasih Tuhan bagi manusia. Mereka yang membiara berada dalam suatu naungan tarekat atau konggregasi dan hidup dalam komunitas tempatnya ditugaskan.

Ajaran Gereja tentang Membiara atau Religius

Ilustrasi ajaran gereja tentang hidup membiara atau religius. Sumber: Unsplash/Michel Grolet

Sejak dulu, di komunitas gereja terdapat sejumlah pria dan wanita yang menanggapi panggilan Injil untuk menjadi murid Yesus secara radikal dengan hidup bersama dalam komunitas atau membiara.

Komunitas ini dibentuk untuk doa, pelayanan injil, dan pelayanan lainnya. Lambat laun, beberapa komunitas itu menjadi ordo atau kongregasi religius, komunitas rahib atau rubiah, imam, bruder, atau suster yang hidup bersama dan mengikat diri mereka dengan nasihat Injil yakni: kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan.

Ajaran gereja tentang hidup membiara atau religius adalah salah satu bentuk hidup selibat yang dijalani oleh mereka yang dipanggil untuk mengikuti Kristus secara tuntas (total dan menyeluruh), dengan mengikuti nasihat Injil.

Dalam buku Hidup Membiara di Zaman Modern, Paul Suparno, S.J., (2016:3), disebutkan bahwa hidup membiara merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan gereja. Paus Fransiskus menyatakan dalam suratnya tentang hidup bakti. Gereja tanpa kaum biarawan biarawati akan kurang hidup karena tidak ada hatinya.

Inti hidup membiara adalah ingin menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan agar dapat dilibatkan dalam karya skeselamatan Allah bagi dunia. Alasan memilih hidup membiara karena merasa telah dicintai dan dipanggil Tuhan secara penuh sehingga ingin membalas panggilan dan cinta tersebut dalam seluruh aspek kehidupan.

Baca juga: Mengenal Ajaran Gereja tentang Perkawinan

Demikianlah ulasan mengenai ajaran gereja tentang hidup membiara atau religius. Menjadi biarawan dan biarawati yang hidup selibat dan mengabdikan diri total pada Tuhan adalah perjalanan hidup yang sunyi dan sepi. Hanya orang-orang terpilih yang bisa menjalani kehidupan semacam ini. (SASH)