Konten dari Pengguna

Hati, Organ Ekskresi yang Menghasilkan Cairan Empedu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cairan empedu yang memberi warna pada urine dan feses dihasilkan oleh hati (Foto: Julien Tromeur | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cairan empedu yang memberi warna pada urine dan feses dihasilkan oleh hati (Foto: Julien Tromeur | Unsplash.com)

Tubuh manusia memiliki sistem ekskresi yang sangat penting untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme. Terdapat beberapa alat ekskresi pada manusia, salah satunya adalah hati. Cairan empedu yang memberi warna pada urine dan feses dihasilkan oleh hati.

Selain menghasilkan cairan empedu, hati masih memiliki beberapa fungsi yang lain. Simak ulasan mengenai organ hati sebagai sistem ekskresi pada manusia berikut ini.

Baca juga: Mengenal Fungsi Empedu dan Kondisi yang Terjadi Jika Kantong Empedu Diangkat

Cairan Empedu yang Memberi Warna pada Urine dan Feses Dihasilkan oleh Hati

Ilustrasi Cairan Empedu yang Memberi Warna pada Urine dan Feses Dihasilkan oleh Hati (Foto: Kevin Kandlbinder | Unsplash.com)

Apa itu hati? Dihimpun dari IPA Terpadu SMP dan MTs Kelas IX Semester 1 yang disusun oleh Mikrajuddin, dkk (2007), hati atau hepar terletak di rongga perut sebelah kanan, tepat di bawah sekat rongga dada.

Hati adalah kelenjar terbesar dalam tubuh manusia dan berwarna merah tua. Selain sebagai organ ekskresi, hati juga termasuk dalam sistem pencernaan. Hati menjadi bagian dari sistem ekskresi karena menghasilkan empedu.

Dikutip dari SMA Kelas XI 2B oleh Sudjadi dan Laila (2007), selain menghasilkan empedu, hati mempunyai fungsi untuk menyimpan gula dalam bentuk glikogen, menetralkan racun, membentuk dan merombak protein, dan membentuk sel darah merah pada janin.

Cairan empedu yang memberi warna pada urine dan feses dihasilkan oleh hati. Berikut ini komposisi empedu:

  • air

  • asam empedu

  • garam empedu

  • kolesterol

  • zat warna empedu, dan zat-zat lain

Sel-sel darah merah yang sudah tua akan dirombak atau dihancurkan di hati. Hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah diubah menjadi bilirubin atau zat warna empedu. Bilirubin kemudian akan dikeluarkan bersama cairan empedu ke usus.

Di dalam usus, bilirubin dipecah menjadi sterkobilin dan urobilin. Sterkobilin inilah yang memberi warna pada feses, sedangkan urobilin memberi warna pada urin.

Jika pada saluran empedu terjadi penyumbatan, maka cairan empedu akan masuk ke sistem peredaran darah. Hal ini menyebabkan darah menjadi lebih kuning. Biasanya yang menyebabkan penyumbatan ini adalah batu empedu dan kolesterol.

Selain itu, jika organ hati tidak bisa menyaring bilirubin dari darah atau jika fungsi hati terganggu, maka bilirubin yang warnanya kekuningan akan menumpuk di jaringan-jaringan lain dan akan mengakibatkan kulit dan mata berubah menjadi warna kuning.

Sama seperti organ tubuh lainnya, hati memiliki peran sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Oleh karena itu, selalu konsumsi makanan dan minuman yang sehat, beristirahat yang cukup, dan berolahraga dengan rutin agar semua organ tubuh kita bisa bekerja dengan maksimal. (KRIS)