Konten dari Pengguna

Hikmah Iman kepada Hari Akhir dan Penjelasannya dalam Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hikmah Iman kepada Hari Akhir. Sumber: Unsplash/GR Stocks
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hikmah Iman kepada Hari Akhir. Sumber: Unsplash/GR Stocks

Iman kepada Hari Akhir merupakan salah satu rukun iman dalam ajaran Islam. Serupa dengan ajaran Islam yang lainnya, iman kepada Hari Akhir pun mempunyai hikmah. Contoh hikmah iman kepada Hari Akhir adalah meningkatkan keimanan kepada Allah Swt.

Hikmah tersebut dapat tercapai karena ketika seorang muslim meyakini keberadaan Hari Akhir, dirinya tentu akan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Seorang muslim itu kemudian akan semakin berusaha untuk mendekatkan diri kepada Penciptanya, Allah Swt.

Hikmah Iman kepada Hari Akhir

Ilustrasi Hikmah Iman kepada Hari Akhir. Sumber: Unsplash/GR Stocks

Hari Akhir merupakan salah satu dari enam rukun iman dalam agama Islam. Iman kepada Hari Akhir artinya meyakini bahwa hari itu ada, hari itu akan terjadi, dan semuanya terjadi atas kehendak Allah Swt.

Layaknya ajaran Islam, ajaran mengenai iman kepada Hari Akhir pun mengandung hikmah yang bermanfaat bagi manusia. Dikutip dari buku Akidah dan Akhlak untuk Kelas IX MTs, Yusmansyah (2008: 11), berikut beberapa contoh hikmah iman kepada Hari Akhir.

1. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Kepercayaan terhadap adanya Hari Akhir dapat membuat hidup manusia menjadi lebih teratur. Manusia yang meyakini keberadaan hari tersebut tentu akan mengusahakan diri untuk berperilaku baik dan menjauhi perbuatan yang berdosa.

Kondisi itu membuat manusia dapat mengalami peningkatan iman dan ketakwaan kepada Allah Swt. Salah satu faktor pendorong peningkatan tersebut adalah karena manusia memahami bahwa perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

2. Menjadikan Diri Senantiasa Berbuat Baik

Ketika manusia meyakini adanya hari akhir, manusia akan senantiasa berbuat baik, menghindarkan diri dari perbuatan dosa, serta perbuatan yang sia-sia. Hal itu terjadi karena manusia meyakini bahwa perbuatan dosa hanya mengantarkan kepada kesengsaraan.

3. Memotivasi dalam Berkarya

Setiap manusia harus membawa bekal untuk menghadapi kehidupan akhirat. Keyakinan untuk membawa bekal tersebut dapat memotivasi seseorang untuk semangat berkarya. Tentunya karya yang mempunyai manfaat dan sesuai ajaran agama.

4. Manusia Belajar Mempersiapkan Masa Depan

Kehidupan akhirat merupakan kehidupan masa depan yang harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Kondisi itu mendidik manusia untuk senantiasa melakukan kebaikan untuk kehidupan masa depan di dunia dan akhirat yang sesuai ajaran Islam.

5. Memperjelas Tujuan Hidup

Keberadaan hari akhir juga dapat memperjelas tujuan hidup manusia. Manusia menjadi paham bahwa kehidupan dunia akan berakhir menjadi kehidupan akhirat. Oleh karena itu, manusia akan berlomba-lomba mempersiapkan diri untuk kehidupan yang kekal nanti.

Penjelasan tentang Hari Akhir dalam Ajaran Islam

Ilustrasi Hikmah Iman kepada Hari Akhir. Sumber: Unsplash/Rachid Oucharia

Hari Akhir merupakan hari yang sudah pasti terjadi dalam ajaran Islam. Penjelasan tentang keberadaan Hari Akhir bahkan sudah tercantum jelas dalam banyak ayat Alquran. Contohnya adalah Surat Taha ayat 15.

Dikutip dari laman Qur’an Kemenag, quran.kemenag.go.id, berikut adalah bacaan Surat Taha ayat 15.

اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى

Innas-sā‘ata ātiyatun akādu ukhfīhā litujzā kullu nafsim bimā tas‘ā.

Artinya: Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.

Baca juga: Arti Tanda Tiupan Terompet Sangkakala yang Kedua pada Hari Kiamat

Jadi, jelas bahwa iman kepada Hari Akhir merupakan bagian dari ajaran Islam. Hikmah iman kepada Hari Akhir adalah dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Wallahu a’lam bishawab. (AA)