Hikmah yang Dapat Kita Teladani dari Kisah Nabi Ilyasa Menurut Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan hikmah yang dapat kita teladani dari kisah Nabi Ilyasa! Simak penjelasan tentang Nabi Ilyasa as menurut ajaran agama Islam di bawah ini, yuk!
Baca juga: Nabi Ulul Azmi dan Sifatnya yang Patut Diteladani
Kisah Singkat tentang Nabi Ilyasa as dalam Ajaran Islam
Nabi Ilyasa as adalah salah satu dari 25 nama nabi yang wajib diketahui dalam ajaran Islam. Tidak begitu banyak sumber yang menceritakan tentang kisah kelahiran Nabi Ilyasa as.
Fatih (2021: 145) dalam bukunya yang berjudul Menengok Kisah 25 Nabi & Rasul menjelaskan bahwa,
Dalam kisah kelahiran Nabi Ilyasa as tidak begitu banyak sumber yang menceritakannya, seperti yang kita ketahui Nabi Ilyasa as hanya diceritakan bahwa beliau lahir dari keluarga yang sederhana. Beliau adalah putra dari Akhthub bin ‘Ajuz dengan melihat silsilah yang ada, Nabi Ilyasa as adalah keturunan keempat dari Nabi Yusuf as. Beliau putra dari Akhthub bin Syutlim bin Ifrayi bin Yusuf as, sedangkan Nabi Ilyasa as tinggal di sekitar lembah sungai Yordania.
Nabi Ilyasa as adalah Nabi yang sangat dekat dengan Nabi Ilyas. Pasalnya, beliau tidak pernah ketinggalan untuk mengikuti Nabi Ilyas berdakwah sehingga Nabi Ilyas telah menganggap Nabi Ilyasa sebagai putra sendiri.
Ketika Nabi Ilyas wafat, Nabi Ilyasa yang melanjutkan dakwah beliau. Tidak lama setelah Nabi Ilyas wafat, penduduk Ba’labak yang telah beriman, kembali ingkar. Oleh sebab itu, Nabi Ilyasa pun menyeru mereka untuk kembali ke jalan yang lurus.
Wallahu a’lam bish-shawab. Walaupun tidak banyak sumber yang menceritakan kisah kelahiran Nabi Ilyasa as, hal yang pasti adalah sebagai umat Islam kita perlu meyakini adanya Nabi Ilyasa. Bahkan, Allah SWT telah menjelaskan keberadaan Nabi Ilyasa as dalam kitab suci Alquran. Salah satu ayat dalam Alquran yang menyebutkan Nabi Ilyasa adalah Surat Al An’am ayat 86 yang berbunyi,
وَاِسْمٰعِيْلَ وَالْيَسَعَ وَيُوْنُسَ وَلُوْطًاۗ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ ٨٦
Artinya: (Begitu juga kepada) Ismail, Ilyasa’, Yunus, dan Lut. Tiap-tiap mereka Kami lebihkan daripada (umat) seluruh alam (pada masanya).
Jadi, jelas bahwa Nabi Ilyasa adalah salah satu nama nabi Allah SWT. Layaknya seorang nabi yang diutus oleh Allah SWT, Nabi Ilyasa as tentu memiliki hikmah yang perlu kita teladani sebagai umat Islam.
Setelah menyimak kisah singkat tentang Nabi Ilyasa as, apa hikmah yang dapat kita teladani? Sani dan Kadri (2018: 229) dalam bukunya yang berjudul Hikmah Kisah Nabi dan Rasul menjelaskan bahwa,
Kisah Nabi Ilyasa mengajarkan kepada kita bahwa iman manusia dapat berubah dengan cepat jika tidak memperoleh tuntunan secara rutin. Oleh sebab itu, kita dianjurkan untuk sering mengikuti pengajian yang dapat menguatkan iman.
Sekian uraian singkat tentang hikmah yang dapat kita teladani dari Nabi Ilyasa. Kebenaran hanya milik Allah SWT, sedangkan kesalahan datang dari manusia itu sendiri. Semoga Allah SWT mengampuni kesalahan-kesalahan kita dan mengizinkan kita untuk terus belajar di jalan yang Allah ridai.
Teruslah semangat belajar tentang kisah Nabi dan Rasul Allah SWT bersama guru, baik itu guru agama Islam, ustaz, atau guru ngaji. Semoga Allah SWT selalu memberkahi proses belajar kita. Aamiin. (AA)
