Konten dari Pengguna

Hipotesis Rutherford setelah Melakukan Percobaan, Ini Faktanya dalam Ilmu Kimia

Berita Terkini
Penulis kumparan
27 Juli 2025 18:25 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Hipotesis Rutherford setelah Melakukan Percobaan, Ini Faktanya dalam Ilmu Kimia
Jelaskan hipotesis Rutherford setelah melakukan percobaan untuk menemukan konsep inti atom! Hipotesisnya, atom tersusun atas inti yang berukuran sangat kecil.
Berita Terkini
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Jelaskan Hipotesis Rutherford setelah Melakukan Percobaan untuk Menemukan Konsep Inti Atom. Sumber: Unsplash/Ayush Kumar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jelaskan Hipotesis Rutherford setelah Melakukan Percobaan untuk Menemukan Konsep Inti Atom. Sumber: Unsplash/Ayush Kumar
ADVERTISEMENT
Hipotesis Rutherford merupakan pemahaman penting dalam pembelajaran ilmu kimia mengenai atom. Jelaskan hipotesis Rutherford setelah melakukan percobaan untuk menemukan konsep inti atom!
ADVERTISEMENT
Rutherford merupakan ilmuwan yang melakukan percobaan menggunakan partikel alfa. Percobaan tersebut berlangsung sekitar tahun 1910 dan menghasilkan kontribusi besar mengenai teori atom dalam sains.

Jelaskan Hipotesis Rutherford setelah Melakukan Percobaan untuk Menemukan Konsep Inti Atom! Ini Hipotesisnya dalam Ilmu Kimia

Ilustrasi Jelaskan Hipotesis Rutherford setelah Melakukan Percobaan untuk Menemukan Konsep Inti Atom. Sumber: Unsplash/Terry Vlisidis
Manusia di masa sekarang mengenal atom sebagai unsur kimia paling kecil. Unsur tersebut memiliki struktur berupa inti dan elektron. Penjelasan tentang teori atom atau inti atom sebagai materi pembelajaran kimia masa kini berasal dari sejumlah pendapat ahli.
Satu di antaranya adalah Ernest Rutherford, seorang fisikawan kelahiran Selandia Baru. Laki-laki kelahiran 30 Agustus 1871 tersebut melakukan penelitian terhadap konsep inti atom dengan menggunakan partikel alfa.
Jelaskan hipotesis Rutherford setelah melakukan percobaan untuk menemukan konsep inti atom! Berikut ini adalah ringkasan percobaan Rutherford.
ADVERTISEMENT

1. Hipotesis

Dikutip dari buku Kimia Dasar untuk Farmasi, Sukmawati, dkk. (2022: 30), hipotesisnya adalah atom tersusun atas inti atom yang berukuran sangat kecil yang bermuatan positif dengan elektron-elektron bermuatan negatif mengelilingi inti atom tersebut.

2. Percobaan

Percobaan Rutherford berlangsung dengan konsep penembakan atom emas dengan partikel alfa. Partikel alfa tersebut dipancarkan oleh unsur radioaktif.

3. Hasil

Mengutip dari buku yang sama karya Sukmawati, dkk. (2022: 30), Rutherford menyatakan hipotesisnya bahwa atom tersusun dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang bermuatan negatif sehingga atom bersifat netral.

Hipotesis Rutherford setelah Percobaan Penembakan dengan Partikel Alfa

Ilustrasi Jelaskan Hipotesis Rutherford setelah Melakukan Percobaan untuk Menemukan Konsep Inti Atom. Sumber: Unsplash/Ayush Kumar
Hipotesis Rutherford tidak berhenti pada tahun 1910. Hipotesis yang semula memiliki asumsi bahwa atom tersusun atas inti yang berukuran sangat kecil mengalami pengembangan.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Kimia Dasar I, Saraha, dkk. (2017: 24), Rutherford mengajukan hipotesis bahwa dalam inti atom ada partikel lain yang tidak bermuatan. Hipotesis tersebut terjadi sekitar tahun 1920.
Setelah 12 tahun, peneliti bernama James Chadwick melakukan percobaan atom berilium dengan sinar alfa. Percobaan pada tahun 1932 tersebut menghasilkan penemuan partikel tidak bermuatan dengan istilah “neutron”.
Jawaban dari instruksi jelaskan hipotesis Rutherford setelah melakukan percobaan untuk menemukan konsep inti atom mempunyai pemaparan yang panjang. Satu di antaranya adalah hipotesis mengenai keberadaan muatan positif. (AA)