Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan, Makna dan Cara Menghitungnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi masyarakat Jawa, tradisi masih menjadi bagian penting dalam berbagai momen kehidupan, termasuk pernikahan. Salah satu yang sering dipakai adalah hitungan weton Jawa untuk pernikahan.
Cara ini dipercaya bisa menentukan kecocokan pasangan. Selain itu juga berguna untuk mencari waktu terbaik melangsungkan acara akad nikah maupun resepsi.
Konsep Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan
Dalam budaya Jawa, hitungan weton Jawa untuk pernikahan masih dipercaya oleh banyak orang sebagai pedoman dalam menentukan kecocokan pasangan. Weton adalah kombinasi antara hari lahir dan pasaran Jawa.
Perhitungan ini diyakini dapat memberikan gambaran mengenai karakter, rezeki, hingga keharmonisan rumah tangga. Makna utama dari hitungan weton adalah mencari harmoni antara kedua mempelai.
Jika weton keduanya dianggap selaras, dipercaya kehidupan pernikahan akan lebih tenteram, rezeki lancar, serta jauh dari masalah besar. Sebaliknya, jika hitungan menunjukkan “tidak cocok”, biasanya keluarga memberikan ritual atau doa khusus agar hubungan tetap langgeng.
Selain itu, weton juga kerap dipakai untuk memilih tanggal baik pernikahan. Dengan begitu, prosesi pernikahan diharapkan membawa keberkahan tidak hanya bagi pasangan, tetapi juga bagi keluarga besar.
Berdasaran buku Primbon Pernikahan, (2018), dalam penanggalan Jawa, weton adalah gabungan antara hari dalam sepekan (7 hari) dan pasaran Jawa (5 hari). Karena itu, total ada 35 kombinasi weton. Berikut urutannya:
1. Urutan Hari
Minggu (Ahad)
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
2. Urutan Pasaran Jawa
Legi
Pahing
Pon
Wage
Kliwon
Cara Menghitung Weton untuk Pernikahan
Cara menghitung weton cukup sederhana. Setiap hari dan pasaran dalam kalender Jawa memiliki nilai angka tertentu. Misalnya, Minggu bernilai 5, Senin 4, Selasa 3, dan seterusnya. Sedangkan pasaran Legi bernilai 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Langkah pertama adalah menjumlahkan nilai hari dan pasaran dari kedua calon mempelai. Hasil perhitungan ini kemudian dicocokkan dengan kitab primbon Jawa untuk melihat ramalannya.
Misalnya, jumlah tertentu bisa melambangkan kemakmuran, ketentraman. Bisa juga sebaliknya, muncul angka yang menunjukkan adanya tantangan yang harus diantisipasi.
Baca Juga: Urutan Weton Jawa: Penentu Rezeki, Jodoh, dan Perjalanan Hidup
Tradisi hitungan weton Jawa untuk pernikahan adalah simbol doa dan harapan agar rumah tangga berjalan harmonis. Meski tidak semua orang Jawa mengikuti cara ini, banyak yang tetap melestarikannya sebagai bentuk penghormatan pada budaya leluhur. (DNR)
