Konten dari Pengguna

Hormon yang Dibutuhkan untuk Menghilangkan Sifat Kerdil pada Tumbuhan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan dibutuhkan hormon. Sumber: pexels/vasanth babu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan dibutuhkan hormon. Sumber: pexels/vasanth babu

Mengutip buku Xplore Ulangan Harian SMA/MA IPA Kelas 12, Muslihun (2020), untuk menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan dibutuhkan hormon giberelin.

Hormon giberelin adalah salah satu faktor internal, dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tanaman.

Mengenal Giberelin: Hormon yang Menghilangkan Sifat Kerdil Secara Genetik pada Tumbuhan

Ilustrasi untuk menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan dibutuhkan hormon. Sumber: pexels/agung pandit wiguna

Ada dua hal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yakni:

  1. Faktor eksternal, contohnya kondisi fisik kimia lingkungan, seperti panjang pendeknya hari, temperatur, sumber nutrisi, dan pencahayaan.

  2. Faktor internal, contohnya pengaruh hormon yang mengontrol pertumbuhan dan perkembangan.

Dapat dijabarkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah hasil dari interaksi antara faktor internal (potensi genetik) dengan faktor eksternal (kondisi lingkungannya).

Hilangnya pertumbuhan suatu organ atau jaringan makhluk hidup dapat disebabkan oleh salah satu faktor di atas saja atau dapat disebabkan oleh keduanya.

Hormon merupakan senyawa kimia yang diproduksi dalam konsentrasi yang kecil oleh tubuh dan akan mempengaruhi sel atau organ target. Hormon untuk menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan adalah hormon giberelin.

Giberelin merupakan hormon yang berfungsi sinergis (bekerja sama) denga hormon auksin. Giberelin berpengaruh terhadap perkembangan dan perkecambahan embrio.

Giberelin akan merangsang pembentukan enzim amilase. Enzim tersebut berperan memecah senyawa amilum yang terdapat pada endosperm (cadangan makanan) menjadi senyawa glukosa.

Glukosa merupakan sumber energi pertumbuhan. Apabila giberelin ini diberikan pada tumbuhan kerdil, tumbuhan akan tumbuh normal kembali.

Giberelin ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang peneliti Jepang bernama Fujikoro pada tahun 1930-an. Ketika itu, ia sedang mengamati penyakit Banane pada tumbuhan padi. Padi yang terserang oleh sejenis jamur memiliki pertumbuhan yang cepat sehingga batangnya mudah patah.

Jamur ini kemudian diberi nama Gibberella fujikuroi yang menyekresikan zat kimia bernama giberelin. Beberapa fungsi dari hormon giberelin adalah sebagai berikut:

  1. Berperan dalam dominansi apikal, pemanjangan sel, perkembangan buah, perbungaan, dan mobilisasi cadangan makanan dari dalam biji.

  2. Ikut berpengaruh terhadap pembentukan akar tumbuhan karena giberelin umum terdapat di bagian meristematik pada akar.

Baca Juga: Fungsi Hormon Giberelin dalam Proses Pertumbuhan Tanaman

Untuk menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan dibutuhkan hormon giberelin. Semoga informasi singkat tentang fungsi hormon giberelin dapat bermanfaat.

(ARD)