Hukum Menelan Ludah Saat Puasa, Muslim Wajib Paham

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam telah mengatur segala hal tentang ibadah. Termasuk hukum menelan ludah saat puasa.
Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi umat muslim. Selama menjalankan ibadah tersebut, umat muslim perlu berhati-hati dari segala hal yang dapat membatalkan puasa.
Hukum Menelan Ludah Saat Puasa, Ini Penjelasannya
Puasa adalah kegiatan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang dapat membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenam Matahari. Saat puasa, mulut dan tenggorokan akan terasa kering.
Oleh karena itu, banyak orang yang lebih sering menelan ludah. Namun, hal tersebut menimbulkan keraguan. Sebab, banyak orang yang khawatir jika menelan ludah dapat membatalkan puasa.
Terdapat beberapa perspektif mengenai hukum menelan ludah saat puasa. Berikut penjelasan singkatnya.
1. Tidak Membatalkan Puasa
Menelan ludah yang ada di mulut tidak akan membatalkan puasa. Meskipun ludah tersebut banyak dan sengaja dikumpulkan. Pandangan ini berasal dari Hanafi, Mliki, Syafi’i, dan Hanbali.
2. Hukumnya Makruh
Pandangan kedua berasal dari Hanafi dan Hanbali. Menurut pandangan ini, menelan ludah hukumnya makruh jika sengaja dikumpulkan.
3. Membatalkan Puasa
Dikutip dari buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab, Suwaidan (2013:95), adapun menelan ludah istri (orang lain), hukumnya membatalkan puasa dan mewajibkan qadha (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) dan kafarat (Maliki); sedangkan menurut (Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali) hukumnya tidak wajib kafarat.
Hal yang Membatalkan Puasa
Ada beberapa hal yang dapat membatalkan puasa. Adapun di antaranya sebagai berikut.
1. Berhubungan Suami-Istri
Hal yang membatalkan puasa pertama adalah berhubungan suami-istri. Bahkan hal ini dijelaskan di surah Al-Baqarah ayat 187 bahwa hubungan suami-istri hanya dapat dilakukan di malam hari selama Ramadan. Jika melanggar, maka harus mengganti puasa dan dikenakan kafarat.
2. Muntah dengan Sengaja
Selanjutnya adalah muntah yang disengaja. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah saw. berikut.
"Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya mengqadha puasanya. Dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha puasanya." (HR. Abu Daud).
3. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Tubuh dengan Sengaja
Ketiga adalah memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja. Contohnya memasukkan sesuatu ke tubuh melalui mulut, hidung, dubur, atau kemaluan. Jika demikian, maka puasanya batal.
Baca juga: Hukum Berbuka Puasa sebelum Waktunya, Apakah Puasanya Batal?
Hukum menelan ludah saat puasa dalam Islam tidak membatalkan ibadah tersebut. Namun, jangan sengaja mengumpulkannya. Semoga membantu ya. (FAR)
