Hukum Menikah di Bulan Rabiul Akhir Menurut Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, hukum menikah adalah ibadah yang dapat menyempurnakan setengah agama seorang muslim. Oleh karena itulah, pernikahan dianggap sebagai momen yang sangat sakral, suci, dan diharapkan hanya berlangsung sekali seumur hidup. Sayangnya bagi masyarakat Jawa, menentukan tanggal pernikahan tidak bisa sembarangan karena harus mengikuti bulan-bulan yang dianggap. Lantas, bagaimana hukum menikah di bulan Rabiul Akhir menurut ajaran Islam?
Sebenarnya dalam Islam, semua bulan adalah bulan baik dan diperbolehkan untuk melangsungkan pernikahan. Hanya saja memang ada beberapa bulan yang istimewa dan kerap kali dipilih oleh calon pengantin sebagai hari pernikahan mereka. Pertimbangan waktu yang dianggap baik menjadi salah satu indikator utamanya.
Hukum Menikah di Bulan Rabiul Akhir
Menurut buku Ar-Rahiq Al-Makhtum-Sirah Nabawiyah karya Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri dan Sujilah Ayu (2016:552), tidak ada salahnya bagi umat muslim untuk menikah di bulan Rabiul Akhir. Apalagi ada banyak sekali peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan tersebut. Adapun beberapa peristiwa penting tersebut antara lain sebagai berikut.
Diturunkannya Surat Al Hasyr pada Nabi Muhammad yang memiliki arti pengusiran. Surat ini bercerita tentang pengusiran Suku Bani Nadzir yang beragama Yahudi dan tinggal di sekitar Madinah. Surat Al Hasyr juga menjelaskan tentang perintah untuk takut kepada Allah dan diakhiri dengan nama-nama Allah yang mulia.
Percobaan pembunuhan menggunakan batu pada Nabi Muhammad yang dilakukan oleh Bani Nadzir. Oleh karena itulah, Nabi Muhammad mengusir mereka karena telah mengkhianati perjanjian yang sudah disepakati.
Terjadi banyak peperangan pada bulan ini di masa Nabi Muhammad, seperti perang Najran, perang Al Ghabah, perang al Ghamar, dan lainnya.
Pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash Shiddiq, terjadi pengepungan Damsyik yang dipimpin oleh Kholid bin Walid dan Ubaidah bin Jarrah selama 70 hari.
Nah, itulah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir. Jadi, untuk Anda yang berencana menikah di bulan Rabiul Akhir tidak perlu memikirkan mitos yang beredar karena pada dasarnya semua bulan adalah bulan yang baik. (Anne)
