Ide Jamaluddin Al-Afgani yang Banyak Memengaruhi Para Murid dan Pengikutnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ide Jamaluddin Al-Afgani banyak memengaruhi para murid dan pengikutnya, idenya tentang Pan-Islamisme. Ide ini berkaitan dengan bidang politik yang diajarkan kepada umat Islam.
Ide ini muncul pada sekitar abad ke-18 hingga 19. Meskipun demikian, ide ini tetap dipelajari hingga sekarang sebagai sejarah politik Islam di masa lampau.
Ide Jamaluddin Al-Afgani Banyak Memengaruhi Para Murid dan Pengikutnya, Idenya tentang Pan-Islamisme
Ide Jamaluddin Al-Afgani banyak memengaruhi para murid dan pengikutnya, idenya tentang Pan-Islamisme. Selain Jamaluddin Al-Afgani, tokoh-tokoh lain seperti Al-Tahtawi dan Muhammad Abduh juga menjadi pelopor dari ide ini.
Menurut buku Sejarah Perjumpaah Kritsen dan Islam di Indonesia, Jan S. Aritonang (2004: 129), arti Pan-Islamisme secara klasik sendiri adalah penyatuan seluruh dunia Islam di bawah satu kekuasaan politik dan agama yang dikepalai oleh seorang kalifah.
Adanya ide ini muncul akibat latar belakang tertentu. Berikut di antaranya.
Kejayaan Islam mengalami kemunduran
Umat Islam pecah karena adanya konflik antar madzhab, misalnya adalah Islam Sunni dengan Khawarij dan Islam Sunni dengan Syi’ah
Kebudayaan Islam telah tercampur dengan lokal sehingga muncul beragam hal yang menyimpang dari ajaran agama
Kebudayaan, militer, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bangsa Barat mulai mempengaruhi kehidupan Negara Islam di Timur Tengah
Lambatnya kemajuan intelektual Islam karena anggapan pintu ijtihad Islam tertutup telah menyebar
Tindakan meyakini keyakinan tertentu tanpa mencari tahu kebenarannya telah merajalela
Adanya sidstem absolut pada kerajaan Islam sehingga banyak penyimpangan muncul.
Pengaruh Adanya Pan-Islamisme
Ide Pan-Islamisme mempengaruhi beragam tokoh Islam di seluruh dunia. Bahkan, tokoh-tokoh tersebut berhasil melakukan gerakan tertentu. Berikut di antaranya.
Reza Shah Pahlavi yang berusaha menyatukan Mesir melalui ajaran Syiah
HOS Tjorkoaminoto mendirikan Sarekat Islam di Hindia Belanda untuk menghimpun persatuan umat Islam agar bias melawan penjajah Belanda
Arabi Pasha melawan Inggris bersama pasukannya dari Mesir
Houari Boumedine menciptakan ide tentang sosialis-nasionalis Islam untuk diterapkan di Aljazair
Baca juga: Awal Melemahnya Kekuatan Politik dan Peradaban Islam
Kesimpulannya, ide Jamaluddin Al-Afgani banyak memengaruhi para murid dan pengikutnya, idenya tentang Pan-Islamisme. Ide ini berisi tentang penyatuan dunia Islam yang dipimpin oleh khalifah. (LOV)
