Inilah Tantangan Utama dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tantangan utama dalam mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal adalah dampak negatif globalisasi. Globalisasi adalah kenyataan yang terus terjadi dan meluas, meski tidak semua dampak globalisasi itu negatif.
Globalisasi yang paling nyata adalah arus informasi yang deras dan kerap tidak tersaring dari seluruh penjuru dunia. Sebagian dari arus informasi tersebut penting untuk kemajuan ekonomi dan teknologi bangsa, sebagian lagi bisa merusak nilai-nilai kearifan lokal.
Globalisasi: Tantangan Utama Dalam Mengembangkan Nilai-nilai Kearifan Lokal
Dikutip dari laman www.uma.ac.id, globalisasi atau integrasi internasional adalah proses integrasi dan interaksi bertahap di antara entitas, individu dan negara yang berbeda di seluruh dunia.
Globalisasi bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sejak jaman dahulu. Contohnya pada jaman Hindu-Budha, Kerajaan Sriwijaya sudah menjalin hubungan perdagangan internasional dengan pedagang-pedagang dari India, China, dan negara-negara lain yang mencari sumber komoditi di wilayah timur.
Namun saat ini globalisasi terjadi tanpa perlu adanya perpindahan manusia berkat kemajuan teknologi sehingga menyebabkan arus globalisasi jauh lebih deras. Bahkan pada beberapa bidang sulit terbendung sehingga pemerintah harus bekerja keras untuk mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal.
Sedangkan kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Ini dikutip dari www.djkn.kemenkeu.go.id.
Baca juga: Kearifan Lokal: Pengertian, Ciri, Bentuk dan Contoh
Cara Menghadapi Globalisasi sebagai Tantangan Utama dalam Mengembangkan Nilai-nilai Kearifan Lokal
Dalam menghadapi dampak negatif globalisasi terhadap nilai-nilai kearifan lokal tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Pemerintah berkewajiban membuat kebijakan makro sesuai dengan amanat UUD 1945 melalui berbagai regulasi atau peraturan. Selebihnya, masyakarat juga harus berpartisipasi aktif.
Berikut beberapa cara untuk menghadapi dampak negatif globalisasi sebagai tantangan utama dalam mengembangkan nilai-nilai kearifan local:
Memperbaiki kualitas pendidikan masyarakat. Masyarakat yang cerdas akan bisa menyaring sendiri hal-hal yang baik dan buruk.
Bekerjasama dengan para pemuka agama dalam mengajak masyarakat dalam kebaikan sehingga menjauh dari pengaruh-pengaruh yang provokatif.
Memperluas sosialisasi parenting yang baik agar para orangtua memiliki kedekatan dengan anggota keluarga sehingga bisa memasukkan nilai-nilai positif ke dalam kehidupan sehari-hari.
Memperketat pembatasan informasi yang mungkin bisa diakses anak-anak di bawah umur tanpa pendampingan orang dewasa.
Mempertegas pemberlakuan sanksi bagi pelanggaran nilai-nilai kearifan lokal yang sudah meresahkan masyarakat.
Dampak negatif globalisasi sebagai tantangan utama dalam mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal tidak dapat dihadapi sendiri dan tidak dapat dianggap enteng. Kesadaran masyarakat dan kebijakan pemerintah yang tepat akan membuat masyarakat mampu mengambil hal-hal yang positif saja dari globalisasi. (LUS)
