Innalhamdalillah Nahmaduhu Wanasta'inuhu, Kalimat Pembuka Ceramah Berbahasa Arab

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Innalhamdalillah nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh wa na'udzubillahi min syururi anfusina Arab merupakan bacaan yang kerap menjadi kalimat pembuka ceramah agama Islam. Kalimat tersebut memuat makna tentang pujian kepada Allah Swt.
Islam mengajarkan pemeluknya untuk senantiasa mengingat dan memuji Allah Swt. dalam setiap perkara, termasuk kegiatan ceramah. Ceramah merupakan pidato kepada banyak orang untuk menyampaikan kebaikan, yakni ajaran agama.
Pembukaan Ceramah: Innalhamdalillah Nahmaduhu Wanasta'inuhu Wanastaghfiruh Wa Na'udzubillahi Min Syururi Anfusina Arab
Ceramah menurut bahasa Indonesia mempunyai makna sebagai pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar (audiens). Ceramah sering kali menjadi pilihan metode untuk menyampaikan pembelajaran, salah satunya ajaran Islam.
Dikutip dari buku Metode Dakwah Masyarakat Multikultural, Rosidi (2023: 79), metode ceramah adalah metode yang sering digunakan oleh para dai dan mubalig dalam menyampaikan pesan agama kepada khalayak.
Pemberi ceramah biasanya menyampaikan kalimat pembuka berbahasa Arab, baik saat ceramah umum maupun khotbah Jumat. Salah satu contoh kalimat pembuka tersebut adalah Innalhamdalillah nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh wa na'udzubillahi min syururi anfusina Arab.
إِنَّ الْحَمْدَ ِللَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Dikutip dari buku Kumpulan Kultum Muslimah Terbaru, Septiyani (2020: 343), berikut ini adalah bacaan Latin kalimat pembuka ceramah.
Innal hamda lillah nahmaduhu wa nasta’inuhu, wa nastaghrifuh, wa na’udzu billahi min syuruuri anfusinaa wa sayyiaati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lahu, wa mayudhlil falaa haa diya lahu. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuuluhu.
Makna Kalimat Innalhamdalillah Nahmaduhu Wanasta'inuhu Wanastaghfiruh Wa Na'udzubillahi Min Syururi Anfusina
Kalimat merupakan susunan kata yang menyimpan makna. Hal itu terjadi juga pada kalimat pembuka ceramah, “Innal hamda lillah nahmaduhu wa nasta’inuhu, wa nastaghrifuh, wa na’udzu billahi min syuruuri anfusinaa wa sayyiaati a’maalinaa…”.
Kalimat tersebut memuat makna baik, antara lain:
Memuji Allah Swt;
Memohon pertolongan kepada Allah Swt;
Memohon ampunan kepada Allah Swt; serta
Memohon perlindungan dari Allah Swt. dari kejahatan serta kejelekan amal.
Baca juga: 3 Contoh Pembukaan Kultum Bahasa Arab sebagai Referensi Ceramah Ramadan
Innalhamdalillah nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh wa na'udzubillahi min syururi anfusina Arab bukan sekedar kalimat sapaan yang membuka ceramah. Bacaan tersebut memuat pujian serta permohonan doa kepada Allah Swt. Wallahu a’lam bishawab. (AA)
