Integrasi dalam Praktek Mengajar Guru dan Kurikulum Akademik

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) merupakan bagian dari pembelajaran di sekolah. KSE harus ada pada integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik.
Meningkatnya kasus kenakalan remaja adalah bukti lemahnya perkembangan sosial dan emosional siswa. Siswa wajib berkembang tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga fisik, emosional, sosial, dan karakter.
Penerapan Integrasi dalam Praktek Mengajar Guru dan Kurikulum Akademik
Tujuan KSE dapat diintegrasikan ke dalam konten dan strategi pembelajaran pada materi akademik. Diambil dari buku Sebuah Resensi Pendidikan Guru Penggerak, Hati Nurahayu (2023:130), berikut adalah penerapan integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik untuk KSE.
1. Hubungan yang Hangat
Untuk menciptakan hubungan yang hangat antara guru dengan siswa, yang dapat dilakukan antara lain dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk berbicara, mendengarkan aktif, dan memungkinkan interaksi.
Guru dapat menciptakan rasa memiliki sekolah kepada siswanya, agar dapat menumbuhkan salah satu kompetensi sosial dan emosional.
2. Melibatkan Kegiatan
Guru dapat mengadakan kegiatan inti pengajaran yang melibatkan siswa, antara lain dengan melakukan diskusi akademik, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, refleksi diri dan penilaian diri, serta pemberian suara dan pilihan.
3. Penutupan Optimistik
Penutupan optimistik dilakukan antara lain dengan refleksi, apresiasi, dan cara-cara positif lainnya untuk memperkuat pembelajaran.
5 Aspek dalam Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE)
Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah.
Proses kolaborasi ini memungkinkan siswa dan guru di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif mengenai 5 aspek sosial dan emosional, yaitu.
Kesadaran diri, yaitu kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan pengaruhnya pada kehidupan.
Manajemen diri, yaitu kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif.
Kesadaran sosial, yaitu kemampuan untuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain, meskipun berbeda.
Keterampilan berelasi, yaitu kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif.
Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, yaitu kemampuan untuk mengambil pilihan membangun untuk diri sendiri dan masyarakat.
Baca juga: Kumpulan Contoh Saran untuk Guru dalam Mengajar
Integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik, dapat dilakukan dengan menciptakan hubungan yang hangat di sekolah. Siswa juga dituntut untuk aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran.(DK)
