Interaksi sebagai Akibat Perbedaan Karakteristik Ruang dan Dampaknya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik atau ciri khas tertentu. Perbedaan karakteristik ruang menyebabkan adanya interaksi antarruang.
Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian. Ruang juga mencakup perairan yang ada di permukaan, dan di bawah permukaan bumi.
Perbedaan Karakteristik Ruang Menyebabkan Adanya Interaksi, Simak Ulasannya!
Berbagai organisme atau makhluk hidup juga merupakan bagian dari ruang. Berdasarkan buku IPS SMP Kelas VII, Anita, Ridwan (2021:39), perbedaan karakteristik ruang menyebabkan adanya hal berikut ini.
Perbedaan karakteristik pada ruang akan menciptakan keterkaitan atau interaksi antarruang di permukaan bumi. Contoh dari interaksi antar ruang tersebut, misalnya:
Peristiwa banjir di Jakarta terjadi karena kerusakan hutan di daerah Bogor. Air hujan yang jatuh di daerah Bogor sebagian besar masuk ke sungai.
Hanya sebagian kecil air hujan yang terserap oleh tanah di Bogor. Akibatnya, Jakarta terkena banjir yang airnya sebagian berasal dari wilayah Bogor.
Penduduk kota menghasilkan berbagai produk industri. Penduduk desa tidak menghasilkan produk-produk tersebut, sehingga mereka pergi ke kota untuk memperoleh barang-barang tersebut.
Sebaliknya, penduduk kota tidak menghasilkan bahan pangan, sehingga mereka memperolehnya dari penduduk desa.
Lapangan pekerjaan banyak tersedia di kota, sedangkan di desa hanya terbatas pada sektor pertanian. Akibatnya, banyak penduduk desa yang bepergian ke kota untuk bekerja atau mencari pekerjaan.
Dampak dari Interaksi Antarruang
Interaksi antarruang menimbulkan perubahan, baik bagi daerah tujuan maupun daerah asal. Diambil dari buku Pendalaman dan Pemantapan Materi IPS untuk SMP/MTs Kelas VII, Fritz Hotman (2022:27), berikut adalah dampak yang terjadi dari interaksi antarruang.
1. Perbedaan Laju Pertumbuhan
Daerah-daerah yang memiliki banyak surplus sumber daya alam akan berkembang menjadi maju dan mengalami pertumbuhan pesat.
Sebaliknya, daerah yang sedikit memiliki sumber daya alam akan menghadapi banyak hambatan dalam pengembangan maupun pertumbuhan.
2. Berkembangnya Pusat-Pusat Pertumbuhan
Pergerakan orang, barang, dan jasa pada suatu lokasi tertentu akan menimbulkan pemusatan aktivitas manusia.
Pemusatan tersebut kemudian membentuk daerah perkotaan, yang lantas menjadi pusat pertumbuhan, karena sebagian besar aktivitas terkonsentrasi di kota.
3. Berubahnya Komposisi Penduduk
Pergerakan orang yang mengikuti interaksi keruangan akan menyebabkan suatu wilayah dihuni oleh warga dari berbagai ras, suku, agama, maupun golongan.
4. Munculnya Berbagai Masalah Sosial
Perkembangan kota sebagai pusat pertumbuhan akan menarik banyak orang untuk pindah dari desa menuju kota (urbanisasi).
Laju urbanisasi tak terkendali berpotensi menimbulkan berbagai masalah ataupun kerawanan sosial akibat bertambahnya pengangguran, maraknya pemukiman kumuh, hingga gesekan antara penduduk kota dengan warga pendatang.
5. Perubahan Penggunaan Lahan
Aktivitas penduduk yang terus meningkat pada akhirnya akan memerlukan lahan untuk menampungnya. Akibatnya, terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman serta lokasi industri, perdagangan, dan jasa.
Baca juga: Faktor Pendorong Utama Terjadinya Interaksi Antar Ruang
Ruang memiliki karakteristik yang membedakannya dengan ruang lain. Perbedaan karakteristik ruang menyebabkan adanya interaksi sosial. (DK)
