Konten dari Pengguna

Isi Perjanjian Hudaibiyah antara Nabi Muhammad dan Kaum Quraisy

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nabi Muhamamd SAW melakukan perjanjian dengan kaum Quraisy. Foto: Unsplash/Rumman Amin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nabi Muhamamd SAW melakukan perjanjian dengan kaum Quraisy. Foto: Unsplash/Rumman Amin

Melaksanakan ibadah haji memanglah berat dan harus menyiapkan uang yang tidak sedikit. Namun jalan tersebut jauh lebih mudah dibandingkan pada zaman Nabi Muhammad SAW yang pernah dilarang untuk pergi ke Makkah oleh kaum Quraisy yang menghasilkan kesepakatan bernama Perjanjian Hudaibiyah. Sebenarnya, apa isi perjanjian Hubaibiyah?

Baca Juga: Nama Peperangan yang Dipimpin atau Diikuti Langsung oleh Nabi Muhammad SAW

Isi Perjanjian Hudaibiyah antara Nabi Muhammad dan Kaum Quraisy

Perjanjian Hudaibiyah yang mempengaruhi ibadah umat Islam ke Makkah. Foto: Unsplash/Sulthan Auliya

Beberapa kali umat Islam berperang dengan kaum Quraisy di Makkah. Namun dengan kekalahan kaum Quraisy kepada umat Islam setelah perang Khandaq, maka umat Islam dilarang untuk masuk ke Makkah.

Melihat hal tersebut, Nabi Muhammad SAW mencoba agar tidak terjadi pertumpahan darah di Makkah. Sebab, Makkah adalah kota suci yang dilarang adanya perbuatan haram.

Sebelumnya, Nabi Muhammad SAW bermimpi melakukan ibadah bersama umatnya ke Makkah. Mimpi tersebut kemudian menjadi pertanda baik dan membuat Nabi Muhammad SAW mengadakan umrah dengan membawa 70 ekor unta.

Ketika berangkat ke Makkah, kaum Quraisy melihat rombongan Nabi Muhammad SAW yang membuat mereka ketakutan. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Nabi Muhammad SAW mengambul rute berbeda sampai ke daerah Hudaibiyah.

Kaum Quraisy mengirimkan utusan yang bernama Urwah bin Masud untuk mencegak rombongan Nabi Muhammad SAW masuk ke Makkah. Akan tetapi Urwah merasa terpana akan sosok Nabi Muhammad SAW dan membiarkannya masuk.

Nabi Muhammad SAW meminta Usman bin Affan untuk masuk ke Makkah. Akan tetapi terdapat rumor bahwa Utsman ditangkap dan dibunuh oleh kaum Quraisy.

Mendengar hal tersebut membuat Nabi Muhammad SAW khawatir dan meminta umatnya untuk berbaiat kepada beliau.

Seperti yang dijelaskan oleh Tasaro GK dalam novel biografi Muhammad Lelaki Peggenggam Hujan (2010), Nabi Muhammad SAW meminta kepada umat Muslim untuk berbaiat kepadanya. Seluruh umat islam bersumpah untuk selalu setia kepada Nabi Muhammad SAW.

Tiba-tiba, Utsman kembali dan membawa rombongan dari kaum Quraisy untuk melaksanakan diskusi. Dari diskusi tersebut, terjadilah sebuah kesepakatan yang bernama Perjanjian Hubaidiyah yang isinya adalah:

  1. Terjadi gencatan senjata antara kedua belah pihak dan meniadakan peperangan hingga 10 tahun.

  2. Setiap individu diberikan kebebasan bergabung dengan Nabi Muhammad SAW dan kaum Quraisy dalam melakukan setiap persetujuan.

  3. Ada pengembalian penduduk ke Makkah ketika ada penduduk Makkah yang pergi ke Madinah, sedangkan tidak akan dikembalikan jika ada kaum muslimin dari Madinah kembali ke Makkah.

  4. Jika ada penduduk yang ikut Nabi Muhammad SAW tanpa ada izin dari ayah atau wali nya, ia akan dikembalikan. Sedangkan, jika ada penduduk yang mengikuti kaum Quraisy di Makkah maka tidak dikembalikan.

  5. Tahun 6 Hijriyah umat muslim kembali tanpa masuk ke Makkah. Tahun depan, Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya melakukan umrah selama 3 hari di Mekkah.

Awal dari perjanjian Hudaibiyah tersebut membuat kekhawatiran para sahabat yang merugikan umat Islam. Namun Nabi Muhammad SAW menyikapinya dengan bijaksana. Bahkan, perjanjian tersebut menjadi peluang untuk memperluas dakwah Islam setelah gencatan senjata selama 10 tahun.(MZM)