Konten dari Pengguna

Isi Ultimatum di Bandung pada Tanggal 23 Maret 1946

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Pada Tanggal 23 Maret 1946 Sekutu Mengeluarkan Ultimatum di Bandung yang Isinya. Sumber: Foto Pixabay/StockSnap
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pada Tanggal 23 Maret 1946 Sekutu Mengeluarkan Ultimatum di Bandung yang Isinya. Sumber: Foto Pixabay/StockSnap

Pada tanggal 23 Maret 1946, sekutu mengeluarkan ultimatum di Bandung yang isinya meminta agar masyarakat dan para pejuang TRI mengosongkan Bandung bagian selatan. Ultimatum tersebut merupakan ultimatum kedua yang dikeluarkan oleh sekutu, setelah ultimatum pertama tidak dihiraukan para pejuang Indonesia.

Berdasarkan Buku Pintar Pelajaran SD/MI 5 in 1, Tim Guru Indonesia, dkk., (2010:376), Pemerintah RI memerintahkan agar TRI mengosongkan Kota Bandung. Akhirnya, dengan berat hati pada tanggal 23-24 Maret 1946, para pejuang meninggalkan Kota Bandung.

Namun, sebelum meninggalkan Kota Bandung, para pejuang Indonesia menyerang markas sekutu dan membumihanguskan Kota Bandung. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api.

Pada Tanggal 23 Maret 1946, Sekutu Mengeluarkan Ultimatum di Bandung yang Isinya Apa?

Ilustrasi Pada Tanggal 23 Maret 1946 Sekutu Mengeluarkan Ultimatum di Bandung yang Isinya. Sumber: Foto Pixabay/DariuszSankowski

Pada tanggal 23 Maret 1946, sekutu mengeluarkan ultimatum di Bandung yang isinya meminta agar masyarakat dan para pejuang TRI mengosongkan Bandung bagian selatan.

Berdasarkan buku yang berjudul Blak-Blakan Bahas Mapel IPS SD Kelas VII, VIII, IX, Mirma Respati, S.Ant, M.Si., (2012:264), pada 21 November 1945, pasukan sekutu mengeluarkan ultimatum pertama agar Kota Bandung bagian utara dikosongkan oleh pihak Indonesia, paling lambat pada 29 November 1945. Selain itu, para pejuang harus menyerahkan senjata yang dirampas dari tentara Jepang.

Alasannya untuk menjaga keamanan. Jika peringatan ini tidak diindahkan, tentara sekutu akan menyerang habis-habisan. Ultimatum itu tidak dihiraukan para pejuang sehingga sering terjadi perang atau bentrokan dengan pihak sekutu.

Kota Bandung pun terbagi dua menjadi Bandung Utara dan Bandung Selatan. Oleh karena kurangnya persenjataan, akhirnya Bandung Utara dikuasai oleh sekutu.

Pada 23 Maret 1946, sekutu mengeluarkan ultimatum kedua. Isinya meminta seluruh masyarakat dan pejuang TRI (Tentara Republik Indonesia) untuk mengosongkan Bandung Selatan. Demi keselamatan rakyat dan pertimbangan politik, pemerintah Republik Indonesia di Jakarta memerintahkan para pejuang dan TRI untuk mematuhi ultimatum tersebut.

Akhirnya, para pejuang Indonesia dan rakyat dengan berat hati meninggalkan Bandung Selatan. Namun, sebelum ditinggalkan, Bandung Selatan dibumihanguskan oleh para pejuang karena tidak ingin Bandung Selatan diduduki sekutu secara utuh.

Peristiwa ini terjadi pada 23 Maret 1946 dan dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api. Dalam peristiwa ini, seorang pejuang bernama Mohammad Toha gugur.

Baca juga: Isi Perjanjian Bongaya yang Menandai Berakhirnya Perang Makassar

Itulah penjelasan pada tanggal 23 Maret 1946 sekutu mengeluarkan ultimatum di Bandung yang isinya meminta agar masyarakat dan para pejuang TRI mengosongkan Bandung bagian selatan. (Adm)