Konten dari Pengguna

Istilah Bagi Penyanyi Tunggal dalam Sebuah Pentas Gamelan atau Karawitan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyanyi Tunggal dalam Sebuah Pentas Gamelan atau Karawitan Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi Tunggal dalam Sebuah Pentas Gamelan atau Karawitan Foto:Unsplash

Pementasan wayang umumnya diisi dengan musik gamelan yang mengiringi tembang-tembang. Istilah seorang penyanyi tunggal dalam sebuah pentas gamelan atau karawitan dinamakan sinden. Simak ulasannya melalui tulisan berikut ini.

Wayang, gamelan, dan karawitan merupakan kesenian dari daerah Jawa. Pementasan wayang, gamelan, dan karawitan tidak dapat dipisahkan dari sinden. Sinden memberi warna dalam pertunjukan kesenian melalui penampilan dan kualitas suaranya.

Penyanyi Tunggal dalam Sebuah Pentas Gamelan atau Karawitan

Ilustrasi Penyanyi Tunggal dalam Sebuah Pentas Gamelan atau Karawitan Foto:Unsplash

Karawitan merupakan kesenian yang menggabungkan seni gamelan dengan seni suara. Seorang penyanyi tunggal dalam sebuah pentas gamelan atau karawitan dinamakan sinden. Berikut adalah ulasan mengenai sinden yang diambil dari Buku Siswa Seni Budaya SMP/MTs Kelas 8 yang disusun oleh Sri Sudaryati, Boiman (2021:77).

Sinden berasal dari kata sindi-an atau sindir-an yang berarti rumpaka atau nyanyian. Sinden juga disebut waranggana, yang diambil dari kata wara, adalah seseorang berjenis kelamin perempuan, dan anggana yang berarti sendiri. Namun seiring perkembangan jaman, sinden kini bisa berjumlah lebih dari dua orang dalam suatu pementasan.

Sinden dijadikan sebagai andalan untuk dapat menghibur penonton dan membuat pertunjukan lebih menarik. Sinden menjadi pusat perhatian pada pementasan seni, sehingga ditempatkan khusus pada posisi sentral. Sinden duduk terpisah dari pemain gamelan, dan umumnya menempati tempat di dekat dalang.

Sinden dalam dunia karawitan dikenal dalam sebutan juru kawih, yang memiliki arti biduan. Sinden merupakan penyanyi tembang Jawa yang mudah dikenali dari pakaian khas adat Jawa berupa kebaya lengkap dengan stagen. Walaupun sinden bernyanyi dengan posisi bersimpuh, namun vokalnya tetap terjaga dengan merdu.

Istilah Penyanyi Tunggal dalam Sebuah Pentas Gamelan atau Karawitan Foto:Unsplash

Banyak cara yang dilakukan sinden untuk menjaga kualitas suaranya. Di samping olahraga untuk menjaga kesehatan, sinden juga meminum jamu tradisional dan melakukan terapi gurah.

Walaupun kata sinden dulu dianggap sebagai konotasi negatif, namun terbukti sinden merupakan profesi yang menjanjikan. Saat ini telah dilakukan regenerasi di kalangan sinden untuk dapat mempertahankan kesenian lokal dan budaya Jawa. Penyanyi sinden senior akan mengajarkan lagu dan teknik vokal kepada para juniornya.

Seorang penyanyi tunggal dalam sebuah pentas gamelan atau karawitan dinamakan sinden. Tugas para sinden bukan hanya menyanyi, namun biasanya juga menemani para hadirin yang ikut menari saat pementasan.(DK)