Konten dari Pengguna

Istilah Pemberian Tata Nama Ganda yang Diatur dalam Kode Internasional

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi  pemberian tata nama ganda diatur dalam kode internasional yang disebut dengan. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemberian tata nama ganda diatur dalam kode internasional yang disebut dengan. Sumber: pexels.com

Dalam ilmu sains, setiap makhluk hidup memiliki nama atau istilah tersendiri tergantung dari kategori golongannya. Adapun pemberian tata nama ganda diatur dalam kode internasional yang disebut dengan binomial nomenklatur.

Bagi siswa maupun mahasiswa yang belajar tentang ilmu sains, sudah pasti familiar dengan istilah tersebut. Berbeda halnya dengan masyarakat umum. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk cari tahu lebih banyak tentang istilah tersebut.

Istilah untuk Pemberian Tata Nama Ganda yang Diatur dalam Kode Internasional

Ilustrasi pemberian tata nama ganda diatur dalam kode internasional yang disebut dengan. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Metodologi Pembelajaran IPA, Asih Widi Wisudawati dan Eka Sulistyowati (2022:201), pemberian tata nama ganda diatur dalam kode internasional yang disebut dengan binomial nomenklatur. Pencetus binomial nomenklatur sendiri adalah Carrolus Linnaeus pada tahun 2735.

Pada dasarnya, pengertian binomial nomenklatur adalah sistem penamaan hewan dan juga tumbuhan dengan menggunakan dua kata yang merujuk pada genus untuk kata pertama dan spesies pada kata kedua.

Terdapat sejumlah aturan yang perlu dipahami dalam menerapkan binomial nomenklatur. Berikut adalah rinciannya.

  1. Huruf pertama pada genus menggunakan huruf kapital. Sementara huruf pertama pada spesies menggunakan huruf kecil.

  2. Nama ilmiah yang digunakan harus menggunakan bahasa Latin atau bahasa non-Latin, tetapi ditulis seperti bahasa Latin.

  3. Apabila diketik dengan komputer, maka kedua kata tersebut harus ditulis italic atau cetak miring. Sedangkan jika ditulis tangan, maka harus digarisbawahi.

  4. Apabila nama spesiesnya terdiri dari dua kata, maka kata kedua dan selanjutnya bisa digabung ataupun diberi tanda hubung (-). Contohnya seperti bunga sepatu dengan nama Hibiscus rosasinensis atau Hibiscus rosa-sinensis.

  5. Apabila ingin mencantumkan nama penemu hewan atau tumbuhan tertentu, maka harus diletakkan di belakang nama spesies. Baik itu dalam bentuk nama singkatan ataupun nama secara lengkap. Namun, syaratnya adalah nama tersebut tidak dicetak miring, tidak digaris bawahi, dan ditulis dengan awalan huruf kapital.

Sedangkan beberapa tujuan dari penggunaan binomial nomenklatur pada hewan dan tumbuhan yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.

  • Mengidentifikasi hubungan kekerabatan antar masing-masing organisme.

  • Menyeragamkan cara penamaan organisme.

  • Memudahkan proses penamaan organisme yang baru ditemukan.

  • Memudahkan penyebutan nama organisme, sehingga tidak terhalang dengan keterbatasan penggunaan bahasa.

Baca Juga: Mengenal Pengertian Istilah Peradilan Bebas

Berdasarkan ulasan di atas, bisa diketahui bahwa pemberian tata nama ganda diatur dalam kode internasional yang disebut dengan binomial nomenklatur. (Anne)