Istilah Proses Sosial yang Berusaha Menyingkirkan Pihak Lawan dengan Kekerasan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suatu proses sosial antara dua orang atau lebih yang berusaha menyingkirkan pihak lawan dengan jalan kekerasan atau ancaman disebut apa? Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua interaksi berjalan harmonis.
Ada kalanya terjadi benturan kepentingan, bahkan sampai menggunakan tekanan fisik maupun psikologis. Memahami bentuk-bentuk interaksi semacam ini sangat penting agar bisa mengenali, menganalisis, dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya.
Suatu Proses Sosial antara Dua Orang atau Lebih yang Berusaha Menyingkirkan Pihak Lawan dengan Jalan Kekerasan atau Ancaman
Proses sosial adalah cara atau bentuk interaksi yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau antara beberapa kelompok dalam kehidupan masyarakat. Proses ini bisa berupa kerja sama, persaingan, konflik, atau akomodasi.
Suatu proses sosial antara dua orang atau lebih yang berusaha menyingkirkan pihak lawan dengan jalan kekerasan atau ancaman disebut konflik sosial.
Konflik sosial merupakan bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif. Artinya tidak menciptakan kesatuan atau kerja sama, melainkan sebaliknya, memicu perpecahan, ketegangan, bahkan permusuhan.
Menurut buku PENGANTAR SOSIOLOGI, Dr. Kasmanto Rinaldi, SH., M.Si , dkk, (2024), konflik sosial bisa diartikan sebagai perebutan hak pilihan atau kekuasaan dalam masyarakat. Konflik sosial terjadi ketika dua orang atau lebih saling bertentangan dalam interaksi sosial dan menggunakan kekuatan sosialnya untuk saling meneka.
Konflik bisa terjadi ketika dua pihak atau lebih memiliki perbedaan kepentingan, nilai, atau tujuan. Kemudian mereka berusaha saling mengalahkan atau menyingkirkan lawan dengan berbagai cara, termasuk kekerasan fisik, ancaman, atau tekanan psikologis.
Ciri-ciri konflik sosial antara lain:
Terjadi karena adanya perbedaan yang mencolok (misalnya, ideologi, kepentingan, atau kekuasaan)
Melibatkan emosi yang intens seperti marah, benci, atau dendam
Dapat memunculkan kekerasan verbal maupun fisik
Bersifat destruktif jika tidak diselesaikan dengan baik
Contoh dalam kehidupan nyata bisa dilihat saat terjadi tawuran antarpelajar yang disebabkan oleh persaingan antarsekolah, perselisihan antarwarga karena sengketa tanah. Bisa juga konflik antaragama atau antarsuku yang dipicu oleh kesalahpahaman atau diskriminasi.
Baca Juga: Materi Konflik Sosial Kelas 11 Mata Pelajaran Sosiologi
Suatu proses sosial antara dua orang atau lebih yang berusaha menyingkirkan pihak lawan dengan jalan kekerasan atau ancaman disebut konflik sosial. Konflik bisa berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik, tetapi juga bisa menjadi awal perubahan yang positif bila diselesaikan secara konstruktif. (DNR)
