Konten dari Pengguna

Jenis Hujan yang sering Turun di Daerah Tropis menurut Proses Terjadinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hujan yang sering turun di daerah tropis adalah hujan zenithal. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hujan yang sering turun di daerah tropis adalah hujan zenithal. Sumber: pexels.com

Berdasarkan proses terjadinya, terdapat beberapa jenis hujan yang menarik untuk dipelajari. Adapun hujan yang sering turun di daerah tropis adalah hujan zenithal. Sama seperti jenis hujan lainnya, hujan zenithal juga memiliki sejumlah ciri yang penting untuk dipahami.

Menariknya lagi, jenis hujan yang satu ini juga memiliki sejumlah manfaat bagi kehidupan makhluk hidup. Mulai dari manusia, hewan, hingga tumbuhan, akan turut serta merasakan manfaat dari hujan zenithal.

Jenis Hujan yang sering Turun di Daerah Tropis

Ilustrasi hujan yang sering turun di daerah tropis adalah hujan zenithal. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Pemahenan Air Hujan sebagai Alternatif Solusi Penyediaan Air, Diah Novianti (2023:18), hujan yang sering turun di daerah tropis adalah hujan zenithal. Jenis hujan yang satu ini terjadi secara berulang setiap tahun atau setengah tahunan pada waktu matahari hampir di atas kepala.

Jadi, waktu matahari hampir di atas kepala disebut dengan zenith yang berarti puncak. Hal inilah yang membuatnya disebut sebagai hujan zenithal. Dengan kata lain, hujan zenithal merupakan hujan yang jatuh di daerah tropis atau subtropis tiap tahun atau setengah tahun selama musim panas saat matahari berada di puncak kepala.

Umumnya, jenis hujan ini banyak terjadi di daerah sekitar ekuator. Jadi, semua tempat yang termasuk daerah tropis, akan mengalami hujan zenithal dua kali dalam satu tahun. Proses terjadinya hujan ini terjadi karena adanya pertemuan antara angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara.

Akibat dari pemanasan tinggi tersebut, massa udara yang banyak mengandung uap air tersebut akan naik secara vertikal. Massa udara akan terus mengalami penurunan suhu hingga terjadi pengembunan atau kondensasi.

Setelahnya, akan terbentuk gumpalan awan di sekitar ekuator yang disebut dengan awan konveksi. Akibatnya, awan menjadi jenuh hingga turunlah hujan zenithal. Beberapa ciri dari hujan zenithal yang penting untuk diketahui adalah sebagai berikut.

  • Terjadi di daerah yang beriklim tropis.

  • Terjadi dua kali dalam setahun dan di siang hari ketika matahari bersinar terik serta cuaca cerah.

  • Mencakup wilayah yang tidak terlalu luas.

  • Ditandai dengan munculnya awan gelap.

  • Hujan yang turun cenderung sangat lebat dan berasal dari penguapan sumber air di permukaan bumi.

Baca Juga: Proses Terjadinya Hujan secara Singkat dan Sederhana

Jadi, bisa dipahami bahwa hujan yang sering turun di daerah tropis adalah hujan zenithal. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. (Anne)