Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Manusia Purba dan Karakteristiknya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi  Sebutkan jenis-jenis manusia purba, sumber gambar: unsplash/Johannes Plenio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sebutkan jenis-jenis manusia purba, sumber gambar: unsplash/Johannes Plenio

Sebutkan jenis-jenis manusia purba! Manusia purba hidup di zaman prasejarah dan mencari makan dengan cara berburu dan meramu. Seiring berjalannya waktu, manusia purba terus berevolusi hingga menjadi manusia modern.

Manusia purba dibedakan menjadi beberapa jenis dan masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri. Memahami ragam manusia purba sangat penting untuk memperkaya khazanah sejarah manusia.

Sebutkan Jenis-jenis Manusia Purba

Ilustrasi Sebutkan jenis-jenis manusia purba, sumber gambar: unsplash/Eugene

Sebutkan jenis-jenis manusia purba! Mengutip buku Antropologi dalam Pandangan Iman Kristen oleh Jonar Situmorang (2023), manusia purba telah ada di bumi sejak zaman Pleistosen. Setidaknya, terdapat delapan fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia sepanjang sejarah. Adapun penjelasannya bisa disimak di bawah ini:

1. Pithecanthropus Mojokertensis

Pithecanthropus mojokertensis dianggap sebagai fosil manusia purba tertua yang pernah ditemukan di Indonesia. Ditemukan oleh Weidenreich dan G.H.R von Koenigswald pada tahun 1936, manusia purba ini diketahui di masa Pleistosen awal, tengah, dan akhir. Ciri-ciri manusia purba ini yaitu sebagai berikut:

  • Berbadan tegap dengan tinggi 165-180 cm.

  • Memiliki alat pengunyah yang kuat.

  • Tulang kening menonjol, tebal, dan melebar hingga ke pelipis.

  • Isi tengkorak antara 750-1300 cc.

  • Belum mempunyai tulang dagu.

  • Memiliki tulang yang menonjol di belakang kepala.

2. Meganthropus Paleojavanicus

Meganthropus paleojavanicus ditemukan di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah oleh G.H.R von Koenigswald pada tahun 1936-1941. Karakteristik Meganthropus paleojavanicus yakni sebagai berikut:

  • Memiliki tulang pipi tebal.

  • Rahang tegap dengan geraham yang besar.

  • Kening menjorok ke depan dengan tonjolan di belakang kepala.

  • Tidak mempunyai tulang dagu.

  • Otot-otot tengkuk kuat.

3. Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus erectus ditemukan di lembah Bengawan Solo, Desa Trinil, Jawa Tengah pada tahun 1991 oleh Eugene Dubois. Arti nama Pithecanthropus erectus adalah manusia kera yang berjalan tegak lurus. Karakteristik manusia purba ini yaitu sebagai berikut:

  • Tinggi badan sekitar 160-180 cm.

  • Bentuk tubuh lebih kecil dari Pithecanthropus mojokertensis.

  • Volume otak berkisar 750-900 cc.

  • Rahang menonjol ke depan.

  • Memiliki tonjolan di dahi.

  • Tidak mempunyai dagu.

  • Leher tegap dan hidung lebar.

4. Homo Wajakensis

Homo wajakensis ditemukan pada tahun 1889 di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur oleh Van Rietschoten. Ini adalah penemuan manusia purba pertama di Asia. Ciri-ciri Homo wajakensis yakni sebagai berikut:

  • Mempunyai volume otak sekitar 1630 cc.

  • Mempunyai tulang tengkorak, rahang atas, dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kening.

  • Memiliki wajah yang datar dan lebar.

  • Rahangnya padat dan giginya yang besar.

  • Memiliki tubuh dengan tinggi sekitar 173 cm.

5. Pithecanthropus Soloensis

Pithecanthropus soloensis ditemukan di Desa Ngandong, Jawa Tengah oleh G.H.R von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth. Arti nama tersebut adalah manusia kera dari Solo. Ciri-ciri Pithecanthropus soloensis yakni memiliki tengkorak lonjong, tebal, dan padat. Selain itu, rongga matanya sangat panjang.

6. Homo Floresiensis

Homo Floresiensis ditemukan di pulau Flores, Nusa Tenggara. Penemuan manusia purba ini sempat ramai diperbincangkan karena diklaim sebagai nenek moyang bangsa Indonesia.

Ciri-ciri Homo floresiensis yakni sebagai berikut:

  • Tinggi badan dapat mencapai 1 meter.

  • Tengkorak kepala kecil.

  • Bentuk dahi sempit dan tidak menonjol.

  • Tulang rahang menonjol.

7. Homo Soloensis

Homo soloensis ditemukan pada tahun 1931-1933 oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald di Sangiran, Jawa Tengah. Manusia purba ini hidup sekitar 300 ribu-900 ribu tahun yang lalu.

Ciri fisik Homo soloensis yakni sebagai berikut:

  • Struktur tulang wajah tidak mirip dengan manusia kera.

  • Volume otak mencapai 1.000-1.300 cc.

  • Tinggi badan dapat mencapai 210 cm.

8. Homo Sapiens

Homo sapiens artinya manusia cerdas. Manusia purba ini hidup sekitar 25.000-40.000 tahun yang lalu. Karakteristik fisik Homo sapiens yakni sebagai berikut:

  • Memiliki volume otak sekitar 1350-1450 cc

  • Tinggi badan sekitar 130-210 cm

  • Berat badan sekitar 30-150 kg

Baca juga: Masa Manusia Purba Mulai Hidup Menetap

Itulah penjelasan mengenai, sebutkan jenis-jenis manusia purba. Dengan memahami ragam manusia purba tersebut, maka wawasan sejarah yang dimiliki bisa lebih meningkat. (DLA)