Jenis, Kelebihan, dan Sifat Wol sebagai Salah Satu Benang Tekstil

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam industri tekstil, terdapat banyak jenis benang yang digunakan, salah satunya adalah benang wol. Benang wol menjadi salah satu benang yang sering digunakan dalam industri ini. Dipilihnya bahan yang satu ini bukan tanpa alasan. Sebab, ada banyak kelebihan sifat benang wol yang tidak dimiliki dengan bahan lainnya.
Kelebihan benang wol untuk industri tekstil ini seringkali mencuri minat konsumen. Di sisi lain, pakaian dari bahan wol sangat cocok digunakan di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia membuat permintaan dari kain yang satu ini selalu tinggi.
Jenis Wol dalam Industri Tekstil
Dikutip dari buku Ilmu Tekstil oleh Dewi Suliyanthini (2021: 47), wol adalah serta yang berasal dari biri-biri atau domba. Jenis biri-biri dapat menentukan wol yang dihasilkan, terutama ukuran diameter dan panjangnya.
Selain itu berpengaruh pula terhadap kekuatan, kilau, keriting, warna dan banyaknya kotoran pada serat wol.
Jenis bisi-biri yang dikembangbiakan adalah jenis biri-biri merino yang berasal dari Spanyol sejak tahun 1.400. Panjang serat wol yang diperoleh dari biri-biri bervariasi dari 2,5 cm hingga 35 cm dengan tebal dari 10—70 mikron.
Serat wol terbagi menjadi tiga jenis, yaitu serat wol halus, sedang dan kasar.
1. Wol Halus
Wol halus, bersifat halus, lembut, kuat, elastik dan keriting sehingga dapat dibuat menjadi benang yang halus.
Jenis biri-biri wol halus ialah: Merino Spanyol, Merino Jerman, Merino Prancis, Merino Australia, Merino Afrika Selatan, Merino Amerika Serikat, dan Merino Amerika Selatan.
2. Wol Sedang
Wol ini dihasilkan Oleh biri-biri asal Inggris. Wolnya lebih kasar, lebih pendek dan lebih berkilau dibanding wol halus. Wol halus didapat dari dua jenis wol yaitu wol Inggris dan wol Crossbed.
3. Wol Kasar
Kebanyakan dihasilkan oleh biri-biri yang hidup secara primitif. Berasal dari Asia terutama daerah Timur Tengah, India dan Pakistan, yang berekor gemuk dan lebar.
Wol kasar memiliki warna yang bervariasi dari putih sampai hitam, yang terdiri dari rambut panjang di bagian luar dan wol halus di bagian dalam.
Kelebihan Wol
Sebagai benang yang terbuat dari bulu biri-biri atau domba, wol memiliki beberapa kelebihan, yakni:
Lembut
Kain yang terbuat dari wol sangatlah halus dan lembut saat terkenal kulit. Inilah yang membuatnya sering digunakan sebagai baju, terutama bajiu hangat.
Tahan Api
Kain wol yang ditenun dengan sangat rapi dan banyak lapisan ternyata dapat mencegah udara dingin menembus kulit. Hal ini dikarenakan tekstur dari kain wol mengandung kadar oksigen yang sangat kecil.
Dampaknya adalah kain wol sangat sulit terbakar dibandingkan dengan kain lainnya yang memiliki kandungan oksigen yang tinggi pada seratnya.
Daya Serap Tinggi
Keuntungan lain dari kain wol adalah sifatnya yang dapat menyerap keringat atau air dengan cepat. Inilah yang membuatnya cocok digunakan di daerah tropis atau cuaca panas.
Sifat Wol
Dikutip dari buku yang sama, benang wol memiliki struktur fisika dan kimia, yaitu:
Kutikula, merupakan lapisan yang paling luar, terdiri dari sisik-sisik tanduk pipih yang saling bertumpuan seperti susunan genting. Ujung sisik menunjuk ke ujung serat.
Cortex, merupakan bagian yang lebih dalam, terbentuk dari bercah-bercah berbentuk jarum kecil yang disebut sel kortikel. Bagian ini merupakan 90% dari serat.
Beberapa wol yang sangat kasar memiliki medula yang merupakan saluran kosong atau terisi dengan susunan sel seperti rumah lebah.
Karbon: 50%
Hidrogen: 8%
Nitrogen: 16,5%
Sulfur: 3,5%
Oksigen: 22%
Dengan stuktur yang ada di dalam, wol memiliki sifat berupa:
Wol bersifat sangat higroskopis, dengan moisture regainnya 16%. Wol bersifat lebih higroskopis dibanding serat tekstil lainnya, dan dapat menyerap lembab sampai 33% tanpa teras basah.
Kekuatan wol saat basah 0,8—1,4 gram/denier dengan mulur 50 — 70%.
Wol sangat elastis.
Wol mempunyai sifat menggumpal (felting).
Sinar matahari menyebabkan kemunduran kekuatan dan mulur serat wol.
Kain yang dibuat dari wol mempunyai Sifat menahan panas yang baik.
Wol bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan asam basa. Wol tahan asam kecuali asam pekat panas yang dapat memutuskan ikatan peptida. Wol tidak tahan akali, dalam larutan NaOH panas wol akan larut.
Wol mudah rusak oleh jamur dan serangga jika telah terkena alkali dan zat kimia lainnya.
Penampang melintang wol bulat-bulat dengan bintik-bintik di tengah bulatan.
Sedangkan penampangan membujur serat wol berbentuk pipa bergaris dengan sisi garis bersisik dan di tengah pipa geras berisi bintik-bintik menandakan adanya kutikula dan medula pada serat wol.
Baca Juga: Jenis-Jenis dan Tutorial Cara Memperpendek Tali atau Benang
Demikianlah penjelasan singkat tentang jenis, kelebihan, dan sifat wol sebagai salah satu benang yang banyak digunakan dalam industri tekstil. Dengan banyaknya jenis dan kelebihan yang ada, membuat kain dari wol banyak diminati.(MZM)
