Konten dari Pengguna

Jumlah Pengulangan Kata Tabzir dalam Al-Quran Surat Al-Isra

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrai kata tabzir dalam Al-Quran. Foto: Unsplash/Adli Wahid
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrai kata tabzir dalam Al-Quran. Foto: Unsplash/Adli Wahid

Dalam agama Islam, diwajibkan untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meski demikian, ketika memiliki banyak harta bukan berarti boleh untuk semena-mena atau dalam agama Islam disebut dengan tabziz. Begitu ditekankannya perbuatan yang satu ini, bahkan kata tabzir dalam Al-Quran diulang sebanyak 3 kali dalam Surat Al-Isra.

Sebanarnya, apa yang dimaksud dengan tabzir dan bagaimana bunyi kata tersebut dalam Surat Al-Isra?

Jumlah Pengulangan Kata Tabzir dalam Al-Quran

Ilustrasi tabzir dalam Al-Quran sebagai sifat tercela dalam Islam. Foto: Unsplash/Jp Valery

Harta adalah sebagai perhiasan dunia, amanat atau titipan, dan bisa pula sebagai musuh atau tercela. Di dalam pandangan Islam, harta bukan hal yang buruk atau tercela, namun akan bisa menjadi tercela jika harta tersebut dijadikan tujuan utama dan dalam mencari tidak diniatkan untuk atau digunakan dalam kebaikan.

Allah SWT berfiman,

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun: 15)

Kata Tabzir berasal dari bazzara yubazziru tabzirran yang artinya pemborosan. Dikutip dari buku Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Quran Vol. 7 oleh M. Quraish Shihab (2002: 459), Kata (pemborosan), sebagian ulama memahami pemborosan sebagai suatu pengeluaran yang bukan haq (benar), sehingga jika seseorang mengeluarkan hartanya sebanyak apa pun tetapi untuk perkara yang haq, maka orang tersebut tidaklah disebut sebagai pemboros. Sebaliknya jika seseorang mengeluarkan hartanya walaupun hanya sedikit tetapi dikeluarkan untuk perkara yang bathil, maka tetap disebut sebagai pemboros.

Kata Tabzir dalam Al-Quran Surat Al-Isra

Adapun kata tabzir dalam Al-Quran terdapat dalam Surat Al-Isra ayat 26-27, yakni:

وَآَتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا . إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

wa āti żal-qurbā ḥaqqahụ wal-miskīna wabnas-sabīli wa lā tubażżir tabżīrā innal-mubażżirīna kānū ikhwānasy-syayāṭīn, wa kānasy-syaiṭānu lirabbihī kafụrā

Artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (QS. Al-Isra: 26-27)

Baca Juga: Penjelasan Israf dalam Islam dan Bentuk-Bentuk Perilakunya

Demikianlah penjelasan tentang jumlah kata tabzir dalam Al-Quran lengkap dengan pengertiannya. Semoga kita terhindar dari sifat yang satu ini agar tidak mendapatkan azab dari Allah SWT.(MZM)