Konten dari Pengguna

Kaidah Bahasa Indonesia dalam Penggunaan Ejaan yang Baik dan Benar

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kaidah Bahasa Indonesia  Sumber Unsplash/Tom Hermans
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kaidah Bahasa Indonesia Sumber Unsplash/Tom Hermans

Kaidah Bahasa Indonesia merupakan rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Salah satunya adalah penggunaan ejaan pada tulisan.

Kaidah ejaan digunakan sebagai panduan penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Umumnya, kaidah ini digunakan pada karya ilmiah, artikel, berita, dan surat menyurat resmi.

Penggunaan Ejaan dalam Kaidah Bahasa Indonesia

Ilustrasi Kaidah Bahasa Indonesia Sumber Unsplash/Christin Hume

Ejaan adalah pedoman yang mengatur pelambangan bunyi bahasa, serta penggunaan tanda baca. Dikutip dari buku Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas, Ruslan (2021:13), berikut adalah aturan ejaan dalam kaidah bahasa Indonesia.

1. Pemakaian Huruf

Pemakaian huruf dikelompokkan menjadi delapan bagian, yaitu huruf abjad, huruf vokal, huruf konsonan, huruf diftong, gabungan huruf konsonan, huruf kapital, huruf miring, dan huruf tebal.

2. Penulisan Kata

Penulisan kata terdiri atas sebelas aturan, yaitu kata dasar, kata turunan, kata ulang, gabungan kata, suku kata, kata depan di, ke, dan dari, partikel, singkatan dan akronim, angka dan bilangan, kata ganti ku-, kau-, -ku, -mu, -nya, dan kata si dan sang.

3. Pemakaian Tanda Baca

Pemakaian tanda baca terdiri atas lima belas aturan, yaitu.

  1. Pemakaian tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan, untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu, dan dipakai. pada penulisan singkatan.

  2. Pemakaian tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya, untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

  3. Pemakaian tanda titik koma.

  4. Pemakaian tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

  5. Pemakaian tanda hubung dipakai untuk merangkai pada unsur-unsur kata ulang,

  6. Pemakaian tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti 'sampai dengan' atau sampai ke'.

  7. Pemakaian tanda tanya.

  8. Pemakaian tanda seru.

  9. Pemakaian tanda elipsis.

  10. Pemakaian tanda petik.

  11. Pemakaian tanda petik tunggal.

  12. Pemakaian tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

  13. Pemakaian tanda kurung siku.

  14. Pemakaian tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat.

  15. Pemakaian tanda penyingkat atau apostrof.

4. Penulisan Unsur Serapan

Bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Tidak semua unsur serapan dari berbagai bahasa itu diteliti pemakaiannya, karena keterbatasan waktu.

Baca juga: Aturan Penulisan Alamat Surat yang Tepat Sesuai Kaidah

Ejaan adalah salah satu hal yang diatur penggunaannya dalam kaidah Bahasa Indonesia. Aturannya meliputi pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan. (DK)