Konten dari Pengguna

Kaligrafi: Bentuk Akulturasi di Bidang Seni Ukir pada Masa Islam di Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Salah Satu Bentuk Akulturasi dalam Bidang Seni Ukir pada Masa Islam di Indonesia Adalah. Sumber: Pexels/Esra
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Salah Satu Bentuk Akulturasi dalam Bidang Seni Ukir pada Masa Islam di Indonesia Adalah. Sumber: Pexels/Esra

Indonesia merupakan negara yang memiliki perbedaaan budaya, suku, ras, dan agama. Kemajemukkan tersebut akhirnya melahirkan akulturasi-akulturasi budaya. Salah satu bentuk akulturasi dalam bidang seni ukir pada masa Islam di Indonesia adalah kaligrafi.

Islam diperkirakan masuk ke Indonesia sejak abad ke-7 Masehi. Meskipun demikian, penyebaran Islam secara signifikan mulai terjadi pada abad k-11 dan 12 Masehi.

Salah Satu Bentuk Akulturasi dalam Bidang Seni Ukir pada Masa Islam di Indonesia Adalah Kaligrafi

Ilustrasi Salah Satu Bentuk Akulturasi dalam Bidang Seni Ukir pada Masa Islam di Indonesia Adalah. Sumber: Pexels/Nisacokokumus

Islam di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Bahkan, terdapat empat buah teori masuknya Islam ke Tanah Air. Islam di Indonesia dapat menyebar karena adanya perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf, hingga kesenian.

Pada perkembangannya, terjadi akulturasi antara budaya Nusantara dan Islam dari berbagai bentuk. Akulturasi tersebut dapat dilihat dalam kesenian, seni sastra, seni bangunan, dan juga seni ukir.

Saat masa perkembangan Islam di zaman madya, seni patung tidak terlalu berkembang. Sebaliknya, seni pahat atau seni ukur berkembangg dengan sangat pesat.

Faktornya adalah dalam ajaran agama Islam, melukis atau membuat patung berbentuk makhluk hidup (manusia dan hewan) tidak diperbolehkan. Sementara tulisan dan ukiran-ukiran lafaz Al-Qur’an diperbolehkan. Oleh karena itu, salah satu bentuk akulturasi dalam bidang seni ukir pada masa Islam di Indonesia adalah kaligrafi.

Dikutip dari buku Seni Kaligrafi Islam, Sirojuddin (2022:1), kata kaligrafi (dari bahasa lnggris yang disederhanakan, calligraphy) diambil dari bahasa Latin, yaitu kallos yang berarti indah dan graph yang berarti tulisan atau aksara.

Sehingga, kaligrafi yaitu seni melukis indah dengan menggunakan berbagai bentuk huruf untuk menciptakan tulisan yang bernilai seni. Dalam Islam, kaligrafi menjadi seni yang penting. Sebab, digunakan untuk menulis ayat-ayat kunci Al-Qur’an.

Ada banyak contoh kaligrafi peninggalan masa Islam di Tanah Air. salah satunya dapat ditemukan di Masjid Agung Demak, Jawa Tengah. Di masjid tertua di Indonesia tersebut, terdapat ornamen-ornamen kaligrafi yang menghiasi mimbar dan mihrab masjid.

Selain di Demak, ukiran kaligrafi juga dapat ditemukan di Masjid Mantingan, Jepara. Di masjid tersebut, terdapat seni kaligrafi yang bergaya Majapahit-Islam.

Baca juga: Perbedaan Keunikan Seni Ukir dari Bali dan Jepara

Salah satu bentuk akulturasi dalam bidang seni ukir pada masa Islam di Indonesia adalah kaligrafi. Seni ukir kaligrafi dapat ditemukan pada ornamen-ornamen di Masjid Agung Demak dan Masjid Mantingan, Jepara. (FAR)