Kapan Sidang Kedua BPUPKI Dilaksanakan? Ini Penjelasan dan Hasilnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BPUPKI merupakan organisasi yang dibentuk sebagai persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sidang BPUPKI sendiri dilaksanakan sebanyak dua kali dengan agenda yang berbeda-beda. Lantas, kapan sidang kedua BPUPKI dilaksanakan?
Pertanyaan tersebut kerap diajukan oleh siswa yang sedang belajar tentang sejarah. Sebab, bisa dikatakan bahwa sidang BPUPKI merupakan salah satu peristiwa yang penting bagi kemerdekaan Indonesia.
Kapan Sidang Kedua BPUPKI Dilaksanakan dan Apa Hasilnya?
Jadi, kapan sidang kedua BPUPKI dilaksanakan? Mengutip dari buku Super Complete SMP/MTs 7, 8, 9, Elis Khoerunnisa, Putriani Khairun Nisa, dan Elisa Suhartini (2020:657), sidang kedua BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 10-17 Juli 1945 di Gedung Chuo Sangi in, Jakarta Pusat.
Secara umum, sidang kedua ini membahas tentang rumusan dasar negara dan rancangan UUD 1945. Adapun hasil dari sidang kedua BPUPKI adalah sebagai berikut.
1. Membentuk Panitia Kecil
Hasil dari sidang kedua BPUPKI yang pertama adalah Panitia Perancang Undang-Undang Dasar membentuk Panitia Kecil pada tanggal 11 Juli 1945. Panitia Kecil tersebut memiliki tugas untuk menyempurnakan dan menyusun rancangan UUD.
Kemudian pada tanggal 13 Juli 1945, Panitia Perancang UUD juga membahas hasil kerja Panitia Kecil.
2. Rancangan Pernyataan Indonesia Merdeka
Panitia perancang UUD dari BPUPKI pada tanggal 14 Juli 1945 memberi laporan hasil kerjanya dalam bentuk rancangan pernyataan Indonesia Merdeka atau yang lebih dikenal dengan Declaration of Independence. Pernyataan ini diambil dari alinea pertama Piagam Jakarta.
3. Rancangan Pembukaan UUD
Selanjutnya, hasil sidang kedua BPUPKI yang lainnya adalah rancangan pembukaan UUD yang mana konsepnya diambil dari alinea keempat Piagam Jakarta yang memuat dasar negara.
Namun, perbedaannya terletak dalam kalimat “Kalimat dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, yang diganti menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Perubahan ini dilakukan karena Indonesia terdiri dari pemeluk agama yang beragam.
4. Membahas Masalah Pokok Rancangan UUD
Setidaknya ada tiga masalah pokok dalam rancangan UUD, yakni
Pernyataan tentang Indonesia Merdeka
Pembukaan UUD
Batang tubuh UUD yang sekarang dikenal sebagai UUD 1945
Baca Juga: Mengenal BPUPKI sebagai Organisasi yang Meresmikan UUD 1945
Dari penjelasan di atas, sudah terjawab dengan jelas mengenai pertanyaan kapan sidang kedua BPUPKI dilaksanakan lengkap dengan hasilnya. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan tentang sejarah bangsa Indonesia, ya. (Anne)
