Karakteristik Pontianak untuk Membuka Pemukiman Baru oleh Syarif Abdurrahman

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana karakteristik daerah Pontianak yang dipilih sebagai tempat untuk membuka pemukiman baru oleh Syarif Abdurrahman? Pertanyaan tersebut dapat dijumpai dalam buku IPS Kelas 7 SMP, tepatnya di halaman 225.
Tidak dipungkiri, Pontianak merupakan salah satu kota yang memiliki sejarah cukup panjang. Memahami awal mula pembentukan kota tersebut oleh Syarif Abdurrahman akan membantu siswa untuk menelusuri nilai-nilai historis Pontianak.
Sejarah Kota Pontianak
Bagaimana karakteristik daerah pontianak yang dipilih sebagai tempat untuk membuka pemukiman baru oleh Syarif Abdurrahman? Mengutip buku Ekonomi Islam Nusantara oleh Ahmad Ubaidillah (2023), Kota Pontianak dibentuk pertama kali oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie (1742 H) pada Rabu, 23 Oktober 1771.
Waktu tersebut bertepatan dengan tanggal 14 Radjab 1185. Hingga pada Hijriah Sanah 1192 atau delapan hari bulan Sja’ban hari Isnen, Syarif Abdurrahman Alkadrie mendapat anugerah Sultan Kerajaan Pontianak.
Menurut sejaranya, rombongan Syarif Abdurrahman membuka hutan di persimpangan tiga Sungai Kapuas Kecil, Sungai Kapuas, dan Sungai Landak untuk membangun balai dan rumah. Adapun tempat tinggal dan tempat tersebut diberi nama Pontianak.
Karakteristik Daerah Pontianak untuk sebagai Tempat Membuka Pemukiman Baru
Berkat kepemimpinan Syarif Abdurrahman, Kota Pontianak berkembang menjadi kota pelabuhan dan perdagangan. Lokasi pusat pemerintahan ditandai dengan Masjid Raya Sultan Abdurrahman Alkadrie dan Istana Kadariah.
Saat ini, tempatnya berada di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Adapun karakteristik Pontianak untuk membuka pemukiman baru oleh Syarif Abdurrahman yakni sebagai berikut.
Memiliki daerah hutan yang lebat.
Mempunyai topografi yang relatif rendah.
Mempunyai daya dukung tanah yang rendah.
Permukaan air tanahnya tinggi.
Curah hujan yang cukup tinggi.
Daerah yang dilewati sungai Kapuas.
Daerah aliran sungai Kapuas yang bertemu dengan sungai Landak.
Sultan yang Pernah Memimpin Kesultanan Pontianak
Ada sejumlah Sultan yang pernah memegang tampuk Pemerintahan Kesultanan Pontianak. Nama-nama sultan tersebut yakni sebagai berikut:
Syarif Abdurrahman Alkadrie - 1771-1808
Syarif Kasim Alkadrie - 1808-1819
Syarif Osman Alkadrie - 1819-1855
Syarif Hamid Alkadrie - 1855-1872
Syarif Yusuf Alkadrie - 1872-1895
Syarifrif Muhammad Alkadrie - 1895-1944
Syarif Thaha Alkadrie - 1944-1945
Syarif Hamid Alkadrie - 1945-1950
Baca juga: Sejarah Singkat Kerajaan Islam di Kalimantan
Itulah jawaban dari pertanyaan, bagaimana karakteristik daerah Pontianak yang dipilih sebagai tempat untuk membuka pemukiman baru oleh Syarif Abdurrahman. Melalui jawaban ini, siswa bisa lebih mengenal sejarah terbentuknya Kota Pontianak. (DLA)
