Kata Bijak Bahasa Jawa Ini Penuh Filosofi dan Makna yang Dalam, Penasaran?

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata bijak bahasa Jawa seringkali kita dengar, namun mungkin tak semua orang bisa memahaminya.
Menggunakan bahasa Jawa, petuah-petuah yang merupakan kata-kata bijaksana ini memiliki arti yang penuh dengan filosofi yang bisa dijadikan inspirasi dalam kehidupan.
Kata bijak bahasa Jawa dan artinya
Berikut ini adalah daftar kata bijak bahasa Jawa beserta dengan artinya yang bisa dijadikan bahan inspirasi:
Memayu hayuning bawono, ambrasto dhur angkoro
Artinya ialah hidup di dunia hendaknya berusaha memperindah dunia ini dengan rasa welas kasih kepada semesta, serta menjauhi sifat angkara murka dan segala sifat tercela dalam diri yang bisa merusak dunia
Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso.
Artinya: Cinta itu tumbuh lantaran ada terbiasa, kemakmuran itu timbul karena mau dan siap bersusah-susah terlebih dahulu
Dudu sanak, dudu kadang, yen mati melu kelangan.
Arti : Bukan keluarga, bukan saudara, jika sudah meninggal ikut merasa kehilangan. Ungkapan bijak ini hadir karena eratnya rasa persaudaraan orang Jawa.
Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah
Arti : Tuhan memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa juga melalui kesusahan
Adigang, adigung, adiguna.
Arti : Petuah untuk selalu menjaga tingkah laku, jangan sombong atas kekuatan dan kedudukan.
Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan.
Arti: Tuhan itu dekat meski tubuh kita tidak dapat menyentuhnya, jauh tiada batasan
Nek Wes Onok Sukurono, Nek Durung Teko Entenono, Nek Wes Lungo Lalekno, Nek Ilang Iklasno.
Artinya, kita harus mensyukuri segala sesuatu yang dimiliki, jika belum memiliki bisa berharap, jika pergi lebih baik dilupakan, dan jika sudah menghilang, lebih baik diikhlaskan.
Demikian adalah kata bijak bahasa Jawa beserta artinya yang bisa digunakan sebagai inspirasi, semoga bermanfaat. (Adelliarosa)
