Konten dari Pengguna

Kebijakan dan Prestasi Utsman bin Affan, Khalifah Ketiga Umat Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Prestasi Utsman bin Affan, sumber foto: Haidan/https://unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Prestasi Utsman bin Affan, sumber foto: Haidan/https://unsplash.com/

Apa saja kebijakan dan prestasi Utsman bin Affan, selama menjadi khalifah ketiga bagi umat muslim dalam sejarah peradaban Islam? Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah pada usia 70 tahun melalui proses yang cukup Panjang, karena khalifah sebelumnya Umar bin Khattab tidak menunjuk langsung penggantinya, sebagaimana Abu Bakar as Siddiq menunjuk Umar bin Khattab sebagai khalifah kedua mengantikan dirinya, sebelum wafat.

Kebijakan dan Prestasi Utsman bin Affan sebagai Khalifah

Utsman bin Affan terpilih sebagai khalifah pengganti Umar bin Khattab yang meninggal dunia pada tahun 644 Masehi pada usia 63 tahun. Terpilihnya Utsman setelah Abdurrahman bin Auf, salah seorang dari enam tokoh penasihat Umar bin Khattab (arbab as-syura) bertanya kepada masyarakat Madinah, siapakah yang pantas sebagai pengganti Umar. Dan mayoritas penduduk memilih dzun nurain (pemilik dua cahaya) yaitu Utsman.

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam: Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Aliyah Kelas X, Drs. Imam Subchi, MA. (2020: 102), setelah dibai’at, Utsman bin Affan memanggil Ubaidillah bin Umar, yang diduga membunuh Hormuzan karena motif balas dendam akibat kematian ayahnya. Dalam peradilan yang berjalan, Ali bin Abi Thalib mengusulkan untuk memberikan hukuman mati, namun Amar bin Ash memberikan pertimbangan lain. Menurutnya, Umar baru saja meninggal, apakah putranya akan dibunuh juga? Khalifah Utsman memutuskan hukuman diyat (membayar denda). Karena Umar tidak meninggalkan warisan, Utsman mengangkat dirinya sebagai wali Ubaidillah dan membayar tebusan diyat dengan hartanya sendiri.

Masjid Nabawi, sumber foto: Sulthan Auliya/unsplash.com

Itu adalah kebijakan pertama Utsman sebagai khulafaur rasyidin pada masa peradaban Islam. Kebijakan lainnya adalah perluasan wilayah sebagaimana pendahulunya. Wilayah yang berhasil ditaklukkan pasukan Muslim di bawah kekhalifahan Utsman bin Affan adalah:

  1. Wilayah Asia meliputi Thabaristan, wilayah seberang Sungai Jihun, Harah, Kabul, Turkistan dan Armenia.

  2. Wilayah Afrika meliputi Barqah, Tripoli Barat, dan Nubah.

  3. Wilayah Eropa meliputi Pulau Cyprus dan Konstantinopel.

Selama pemerintahannya, Utsman bin Affan juga menorehkan prestasi seperti membukukan Alquran , dari lembaran-lembaran yang berhasil dikumpulkan pada masa khalifah Abu Bakar. Utsman membentuk panitia untuk menulis Al-Quran, karena adanya perbedaan bacaan di kalangan sahabat. Panitia tersebut menyalin ulang ayat-ayat Alquran ke dalam satu buku yang disebut mushaf.

Prestasi lainnya adalah:

  • Renovasi Masjid Nabawi. Masjid yang didirikan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, saat pertama kali tiba di Kota Madinah dari perjalanan hijrahnya, diperluas oleh Utsman bin Affan, agar semakin banyak kaum muslim yang dapat beribadah di masjid tersebut.

  • Pembentukan Angkatan Laut, karena wilayah Islam semakin luas dan demi menjaga keutuhan wilayah khalifah Utsman bin Affan membentuk Angkatan laut, berdasarkan usulan Gubernur Suriah saat ini.

Masih banyak lagi kebijakan dan prestasi Utsman bin Affan selama menjadi khalifah ketiga, sebelum meninggal dunia di usia 82 tahun pada 20 Mei 656 M, dibunuh oleh kaum pemberontak, yang pada masa kekhalifahannya memang banyak terjadi pemberontakan.(IJS)