Kebijakan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Ciri-Cirinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2013. Upaya ini memiliki ciri-ciri dan kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi masyaraka, serta peserta didik pascapandemi.
Kurikulum Merdeka bersifat fleksibel dengan basis karakter, kreativitas, dan kompetensi. Kurikulum ini telah diberlakukan secara bertahap melalui beberapa program sekolah penggerak.
Mengenal Kebijakan Implementasi Kurikulum Merdeka
Ada beberapa kebijakan yang relevan dalam membantu kelancaran pembelajaran Kurikulum Merdeka. Berdasarkan buku Implementasi Kurikulum Merdeka, Mulyasa, (2023:117), kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut.
Memprogramkan perubahan kurikulum sebagai bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan.
Menganggarkan biaya operasional Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari anggaran sekolah.
Meningkatkan mutu dan kualitas guru dan fasilitator agar dapat bekerja secara profesional (meningkatkan profesionalisme guru).
Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk kepentingan belajar dan pembentukan capaian pembelajaran.
Menjalin kerja sama yang baik dengan unsur-unsur terkait, secara resmi, seperti dunia usaha, pesantren, dan tokoh-tokoh masyarakat.
Keberhasilan pembelajaran kurikulum ini sangat ditentukan oleh guru dan kepala sekolah dalam memberikan contoh dan teladan kepada seluruh warga sekolah, khususnya peserta didik.
Pemberian contoh dan teladan kepada peserta didik hendaknya dijadikan sebagai agenda sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Guru dan kepala sekolah yang berperilaku negatif dan kurang bisa diteladani akan meng- hambat pendidikan pada Kurikulum Merdeka, dan pembentukan Profil Pelajar Pancasila.
Ciri-Ciri Kurikulum Merdeka
Ciri-ciri pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, adalah sebagai berikut.
Peserta didik mengambil keputusan sendiri dalam kerangka kerja yang telah ditentukan bersama sebelumnya.
Peserta didik dilatih untuk berusaha memecahkan masalah, atau tantangan yang tidak memiliki satu jawaban pasti.
Peserta didik didorong untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta mencoba berbagai bentuk komunikasi.
Peserta didik bertanggung jawab mencari dan mengelola sendiri informasi yang mereka kumpulkan.
Evaluasi dilakukan secara terus-menerus selama pembelajaran berlangsung.
Peserta didik secara reguler merefleksikan dan merenungi apa yang telah mereka lakukan, baik proses maupun hasilnya.
Baca juga: 5 Perubahan Struktur Kurikulum pada Kurikulum Merdeka di Jenjang SMP
Implementasi Kurikulum Merdeka perlu didukung oleh kebijakan-kebijakan sekolah. Kebijakan yang jelas dan baik akan dapat memberikan kelancaran dan kemudahan dalam pembelajaran.(DK)
