Kelebihan Bioteknologi Konvensional, Kekurangan, dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bioteknologi merupakan salah satu cabang keilmuan di bidang biologi yang memiliki berbagai manfaat di banyak bidang. Jadi, tidak heran jika istilah ini cukup familiar bagi sebagian orang. Meski begitu, siswa di rumpun IPA kerap kesulitan saat diminta tuliskan kelebihan bioteknologi konvensional.
Hal ini karena mereka belum paham konsep dasar dari bioteknologi konvensional itu sendiri. Sebab, jika sudah paham konsep dasarnya, akan lebih mudah bagi siswa untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan Bioteknologi Konvensional dan Kekurangannya
Mengutip dari Buku Ajar Biologi SMA Kelas XII Semester Genap, I Gede Putu Suardika (2022:129), berikut ini adalah berbagai kelebihan bioteknologi konvensional dan kekurangannya yang penting untuk disimak.
1. Kelebihan
Membuat makanan dan minuman menjadi lebih tahan lama.
Menghemat biaya.
Meningkatkan nilai gizi dari produk makanan dan minuman.
Menciptakan sumber makanan baru.
2. Kekurangan
Menurunkan plasma nutfah.
Timbulkan bahan makanan yang bisa menciptakan alergi.
Terganggunya keseimbangan ekosistem.
Contoh Bioteknologi Konvensional
Berikut ini adalah beberapa contoh bioteknologi konvensional yang mudah ditemukan.
1. Roti
Pembuatan roti memanfaatkan peristiwa fermentasi oleh yeast. Adapun yeast adalah sejenis jamur yang ditambahkan pada adonan tepung dan menimbulkan proses fermentasi.
2. Kecap
Kecap menjadi salah satu produk hasil bioteknologi konvensional dari kacang kedelai. Adapun pembuatan kecap dilakukan melalui proses perendaman kedelai dengan larutan garam sehingga pembuatan kecap dinamakan fermentasi garam.
3. Tempe
Pengolahan tempe menggunakan dasar fermentasi yang dilakukan dengan menumbuhkan jamur Rhizopus oryzae dan Rhizopus oligosporus pada biji kedelai. Selanjutnya, jamur akan menghasilkan benang-benang yang disebut hifa.
4. Kultur Jaringan
Pada bidang pertanian, bioteknologi konvensional digunakan sebagai kultur jaringan. Kultur jaringan merupakan proses membudidayakan suatu jaringan makhluk hidup menjadi individu baru yang mempunyai sifat sama seperti induknya.
5. Hidroponik
Bioteknologi konvensional di bidang pertanian lainnya adalah hidroponik. Teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Teknik ini menggunakan pecahan genting, pasir kali, batu, kerikil, sabut kelapa, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Perbedaan antara Bioteknologi Konvensional dengan Bioteknilogi Modern di Biologi
Demikian penjelasan tentang kelebihan bioteknologi konvensional beserta kekurangan dan contohnya yang menarik untuk dipelajari. (Anne)
