Kenali Perbedaan Psikolog dan Psikiater Sebelum Melakukan Konsultasi

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan psikolog dan psikiater merupakan hal yang penting untuk setiap orang ketahui sebelum melakukan konsultasi. Hal ini disebabkan banyak orang yang menganggap dua profesi tersebut sebagai hal yang sama.
Padahal psikolog dan psikiater adalah dua profesi yang berbeda. Walaupun demikian, keduanya memiliki persamaan, yakni sama-sama memiliki kaitan dengan kesehatan mental.
Kenapa Perlu Konsultasi ke Psikolog atau Psikiater?
Seiring dengan banyaknya informasi seputar kesehatan mental di media sosial, sekarang mulai banyak orang yang ingin melakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater. Beberapa tujuan orang melakukan konsultasi, antara lain:
Ingin mengetahui tingkat kesehatan mentalnya;
Ingin menyembuhkan traumanya;
Ingin menjadi pribadi yang lebih baik;
Ingin sembuh dari gangguan mental;
Ingin mengetahui kondisi mentalnya; dan berbagai tujuan lainnya.
Selain itu, tidak sedikit juga yang ingin melakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater karena tidak ingin terjebak dalam self-diagnose. Self-diagnose adalah perilaku yang melakukan diagnosis terhadap diri sendiri.
Seseorang yang melakukan self-diagnose biasanya memiliki asumsi bahwa dirinya memiliki suatu penyakit berdasarkan pengetahuannya sendiri. Hal ini tentu berbahaya sebab diagnosis tidak boleh dilakukan secara mandiri.
Diagnosis terhadap suatu kondisi atau penyakit harus dilakukan oleh orang yang ahli di dalamnya. Pada konteks kesehatan mental atau kejiwaan, orang yang ahli itu adalah psikolog dan psikiater. Lantas ke mana seseorang perlu melakukan konsultasi, psikolog atau psikiater?
4 Perbedaan Psikolog dan Psikiater
Setiap orang dapat melakukan konsultasi ke psikolog ataupun ke psikiater. Bahkan, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang perlu melakukan konsultasi ke psikolog dan psikiater.
Supaya lebih tahu tempat yang tepat untuk melakukan konsultasi, inilah penjelasan tentang perbedaan antara psikolog dan psikiater.
1. Perbedaan Berdasarkan Definisinya
Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring Kemdikbud, arti dari psikolog adalah ahli psikologi. Psikologi itu sendiri adalah ilmu pengetahuan mengenai gejala dan kegiatan jiwa.
Berbeda dengan psikolog, arti psikiater dalam bahasa Indonesia adalah dokter yang ahli dalam penyakit jiwa. Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami bahwa psikiater merupakan dokter spesialis penyakit jiwa atau kejiwaan.
2. Perbedaan Berdasarkan Pendidikannya
Berdasarkan definisinya, setiap orang tentu sudah dapat mengetahui bahwa pendidikan dari seorang psikiater adalah pendidikan kedokteran. Hal tersebut adalah benar sebab psikiater memang merupakan lulusan kedokteran.
Mengutip dari buku berjudul Psikologi Umum Dasar, Saifuddin (2022: 42), psikiater adalah individu yang menempuh S1 kedokteran dan lulus dari program spesialis kejiwaan sehingga bergelar dokter spesialis kejiwaan (Sp.KJ.) Berbeda dengan psikiater, psikolog adalah individu yang lulus menempuh program Magister Psikologi Profesi.
3. Perbedaan Berdasarkan Perannya
Psikolog dan psikiater sama-sama memiliki kaitan dengan mental atau kejiwaan, tetapi keduanya memiliki perbedaan peran. Psikiater memiliki peran untuk mendiagnosis penyakit, mengelola pengobatan, serta memberikan terapi untuk penyakit mental yang kompleks atau sangat serius.
Berbeda dengan psikiater, psikolog merupakan ahli yang fokus memberikan psikoterapi atau terapi bicara. Selain itu, psikolog klinis membantu individu atau kelompok dengan cara memberikan psikoedukasi, konseling, serta rekomendasi intervensi.
4. Perbedaan Berdasarkan Pengobatannya
Perbedaan keempat merupakan perbedaan yang paling mendasar antara psikolog dengan psikiater. Psikolog tidak bisa meresepkan obat kepada pasien, sedangkan psikiater dapat meresepkan obat.
Hal tersebut tentu berkaitan dengan pendidikan yang ditempuh oleh psikiater, yakni pendidikan kedokteran.
Baca juga: Mulai Meragukan Kemampuan Diri adalah Ciri Seseorang Alami Quarter Life Crisis
Itulah penjelasan tentang perbedaan psikolog dan psikiater. Seseorang dapat melakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater, bahkan keduanya sesuai dengan arahan dokter umum, psikolog, ataupun psikiater.
Hal terpenting adalah setiap orang perlu terus mengingat bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan harus melakukan konsultasi dengan ahlinya. Jadi, hindari self-diagnose, baik dalam hal kesehatan fisik maupun kesehatan psikis. (AA)
