Kendala Terkait Pengelolaan Kinerja Guru dan Refleksi Kompetensi dalam PMM

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem pembelajaran atau kurikulum di Indonesia selalu dikembangkan. Saat ini kurikulum pembelajaran menggunakan Merdeka Belajar. Sayangnya terdapat kendala yang dihadapi terkait pengelolaan kinerja guru dan refleksi kompetensi dalam PMM.
Kendala tersebut salah satunya mengenai literasi digital. Selain itu masih ada kendala pengelolaan kinerja guru dan refleksi kompetensi dalam PMM tersebut.
Penjelasan Kendala yang Dihadapi Terkait Pengelolaan Kinerja Guru dan Refleksi Kompetensi dalam PMM
Dikutip dari buku Strategi Belajar Mengajar: Untuk Menjadi Guru yang Profesional, Johar dan Hanum (2021), guru adalah orang yang menciptakan lingkungan belajar bagi kepentingan belajar anak didik.
Guru memiliki kewajiban untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh murid di sekolah. Agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif, maka kurikulum selalu diperbarui. Kurikulum yang digunakan di Indonesia saat ini adalah Merdeka Belajar.
Untuk mempermudah tenaga pendidik atau guru dalam mengajar, maka dibuat PMM. PMM adalah akronim dari Platform Merdeka Mengajar. PMM merupakan suatu platform edukasi yang telah diluncurkan oleh Kemendikbudristek atau Kementerian Pendidikan, kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dalam pembelajaran sehari-hari, guru dituntut untuk bisa mengembangkan praktik pengajaran menggunakan Kurikulum Merdeka. Maka dari itu, PMM dapat digunakan oleh guru untuk mengimplementasikan pembelajaran tersebut.
Sayangnya masih ada kendala yang dihadapi terkait pengelolaan kinerja guru dan refleksi kompetensi dalam PMM. Apa saja kendalanya?
Sulitnya literasi digital di kalangan tenaga pendidik atau guru.
Masih banyak guru yang tidak mempunyai pemahaman yang memadai mengenai teknologi.
Terbatasnya referensi hingga sumber daya untuk mengembangkan materi ajar yang berkualitas dengan PMM.
Masih sulit menyesuaikan diri dengan pendekatan pembelajaran menggunakan teknologi seperti PMM.
Kurangnya ketersediaan bahan bacaan untuk pembelajaran daring yang berkualitas.
Akses digital di banyak daerah masih terbatas karena kurangnya infrastruktur internet yang tidak memadai.
Tidak semua guru dan murid di sekolah memiliki akses yang sama terhadap teknologi.
Guru harus mengintegrasikan PMM ke dalam kurikulum yang sebelumnya digunakan tanpa mengorbankan substansi seluruh pelajaran.
Sulit menyesuaikan dengan sistem baru karena memiliki beban kerja yang padat.
Supaya kendala tersebut dapat diminimalisir, maka terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:
Melakukan pelatihan PMM yang intensif.
Dukungan teknis agar PMM dapat diimplementasi di seluruh daerah Indonesia.
Baca juga: Mengenal Tugas Pokok atau Misi yang Diemban Guru atau Pendidik
Ternyata masih ada banyak kendala yang dihadapi terkait pengelolaan kinerja guru dan refleksi kompetensi dalam PMM. Kendala-kendala tersebut tentunya dapat menghambat penerapan PMM secara merata di Indonesia. (FAR)
